Mencari Panas yang Awet Bareng Lek Man

Ngikut Didi Domba (Doyan Mbadog) Berburu Kuliner Yogya (3)

ngikut-didi-domba-5Pengen ngerasain makanan khas para raja Yogyakarta? Ayo ke Bale Raos yang terletak di kompleks keraton. Yang khas di sini adalah Gudeg Manggar, yaitu gudeg dari bunga kelapa. Penasaran kan?ngikut-didi-domba-4

Tapi khusus saat ini Didi Domba pengen merasakan dijamu keluarga Keraton, jadi  yang dipilih pun satu set menu ala jamuan makan malam. Dibuka dengan welcome drink Ice Sereh, dilanjutkan dengan Salad Buah yang ditata unik di sepotong nanas. Cantik dan enak.ngikut-didi-domba-3

ngikut-didi-domba-7Lalu dilanjutkan dengan Soup Lidah khas keraton. Tenaaaaang, semua dalam porsi kecil. Perut masih muat. Saat main course datang, hati yang semula was-was jadi agak lega. Porsinya porsi puteri keraton, jadi masih bisa dinikmati. ngikut-didi-domba-9

Menu utama terdiri atas Iga Paprika, Ayam Panggang Fillet, Sauted Jamur Kancing, Brokoli Onion. Kenyangnya cukup. Penutupnya tentu yang manis-manis, Didi Domba makan puding karamel sambil lihat cermin. Legit.

Memang dasarnya kaum proletar. Habis makan jaim-jaiman di Bale Raos kok mendadak pengen ke angkringan. Dari sekian banyak angkringan yang menyebar di Yogya, Didi Domba pengen banget ke Angkringan Lek Man yang terkenal dengan Kopi Joss-nya.

ngikut-didi-domba-11Sebenarnya ini kopi tubruk biasa, tapi karena dimasukkan arang panas jadi bunyi, “jooosss.” Gara-gara arang ini panas kopi jadi lebih awet. Jadi hati-hati kalau mau minum.

Dikira-kira dulu, apakah panasnya sudah manusiawi, daripada lidah mloncot. Aneka gorengan ada di sini. Kalau mau dipanasi ya tinggal minta tolong dibakarkan, biar anget-anget gimanaaa gitu.  Wes, ndak usah ragu-ragu, harganya ikut joss, antara dua ribu dan lima ribu perak sudah kenyang pakai banget. . (naskah dan foto: Didi Domba/Heti Palestina Yunani/bersambung)