Mencari Damai di Puncak Dhoi Inthanon

doi inthanon - sempatkan narsis disini yaaa
Jangan lupa, sempatkan narsis di sini ya.

Bayangkanlah ini; hawa yang sejuk, bau daun basah, jalan tanah yang licin dan belukar menyapa kita. Nyaman bukan? Kalau mau yang begitu pilihlah Doi Inthanon National Park, di Thailand. Pilihan ini sungguh tepat untuk mengalihkan tujuan wisata di kota padat nan sesak, Bangkok. Di tempat wisata yang terletak di ketinggian 2,565m dpl itu Anda bisa menempuhnya dengan duduk manis di dalam mobil, tanpa harus terlalu payah jalan kaki menaikinya terus menerus hingga ke puncak. Menarik, bukan? Terutama bagi Anda yang tak biasa trekking.

Dari kota Chiang Mai, Thailand Utara, kendaraan akan mengarah ke barat daya sejauh 58 kilometer. Cara termudah ke sana ya mengikuti join tour yang banyak dikemas oleh penginapan/agent tour di Chiang Mai. Selain murah dan nyaman, kita tak perlu pusing memikirkan dan buang waktu untuk gonta-ganti bus dari terminal di Chiang Mai. Menawar tarif sungtauw maupun sepeda motor juga bisa. Selama perjalanan ke atas terdapat beberapa perhentian. Sekurangnya ada dua buah air terjun yang wajib disinggahi, jika perlu lemaskan otot kaki dan betis menelusuri trek menuju puncak air terjun pertama.

doi inthanon - diselimuti kabut namun tetap menawan
Doi Inthanon diselimuti kabut, namun tetap menawan.

Jadi meski tak full naik-naik gunung, alangkah bijaksana bila kita memakai sandal trekking atau minimal sepatu bertapak untuk menuju ke sini. Pada saat beralih ke perhentian selanjutnya dengan kendaraan, matikanlah air conditioner dan geserlah kaca jendela. Hawa segar khas pegunungan berebut masuk. Di sekelilingnya, tampak pohon cemara. Jadi ingat lagu saat kita di bangku Taman Kanak-kanak (TK) dulu; ”Kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara.

Nah, kalau tadi bertemu air terjun yang memesona, maka semakin ke atas semakin banyak yang dapat dilihat. Ada dua buah stupa yang luar biasa keren. Konon, yang satu dipersembahkan bagi raja sedang lainnya untuk sang Ratu. Stupa yang untuk sang Ratu warnanya sungguh feminin, ungu muda. Bermula dari tempat ini, kabut tebal menghalangi pandangan sehingga kendaraan harus super hati-hati. Pun, angin yang menderu dan berubahnya hawa sejuk di bawah menjadi kian dingin, membuat sebagian orang memilih bermalasan di dalam mobil.

Puas bermain di taman bunga tanpa memedulikan angin kencang yang sangat tak bersahabat, tiba waktunya mengarah terus ke titik tertingginya. Tanjakan yang curam telah diaspal demikian rapi, membuat pengemudi yang telah berpengalaman seolah berada di arena balap. Menurut pemandu kami, pada bulan Desember, suhu udara di puncak Doi Inthanon bisa drop hingga ke titik nol bahkan minus. Wah, serasa bukan di Thailand.

doi inthanon - sebuah pondok bambu tempat rehat di puncak gunung
Sebuah pondok bambu tempat rehat di puncak gunung.

Saat itu saja, kami sudah merasakan dingin yang menggigit. Benar, ketika kami cek, suhu udara saat ini adalah 5 derajat celcius, wow! Terus bergerak dan berjalan kaki lebih cepat, jadi pilihan paling tepat di area ini. Jangan tanya soal kabut, pastinya lebih tebal daripada di bawah. Tak apalah ya, foto kenangan wajah yang blur kan malahan menyamarkan kelelahan, keringat sampai jerawat, hahaha. Tapi embun yang menetes secara konstan amat kuat menghadirkan rasa damai di hati.

Untuk calon pengunjung taman nasional ini, ini nih ada tips kecil:

  1. Selain urusan alas kaki yang pas, sediakan jaket tebal yang sangat hangat.
  2. Persiapkan fisik dengan baik, jangan kehilangan kesempatan menjajal jalur treknya gara-gara kita loyo.
  3. Yang kurang tahan hawa dingin, usahakan berkunjung pada akhir Maret-awal September karena suhu udara lebih tinggi. Paling drop hanya sekitar 11-12 derajat celcius. (naskah dan foto: Lucy Liestiyo/Heti Palestina Yunani)