‘Memerawani’ Pantai Gua Batu Cina

Kabupaten Malang, khususnya Malang Selatan mempunyai banyak pantai-pantai cantik yang tidak kalah dari Pulau Bali. Ada beberapa pantai di wilayah ini yang namanya cukup dikenal, sebut saja Pantai Sendang Biru yang juga terkenal dengan Pulau Sempu-nya, Pantai Bale Kambang, Pantai Ngliyep, Pantai Gua Batu Cina, Pantai Kondang Merak, Pantai Tamban dan beberapa lagi pantai-pantai cantik lainnya. Pantai Sendang Biru, Bale Kambang, dan Ngliyep mungkin sudah cukup familiar. Namun bagaimana dengan Pantai Gua Batu Cina (PGBC)?

gua batu cina3PGBC adalah salah satu dari sekian banyak pantai cantik di daerah Malang Selatan, termasuk salah satu pantai selatan yang masih perawan dan terkenal dengan ombak besarnya. Dinamakan PGBC karena di salah satu karang terdapat gua meski dengan ukuran pintu masuk lumayan sempit. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, gua ini pernah digunakan seorang pertapa dari Tiongkok untuk bersemedi dan akhirnya pertapa itu meninggal di dalam gua. Inilah ulasan PADMagz untuk bekal PADMaker yang ingin menuju ke pantai ini.

How To Get There?
PGBC terletak di Dusun Trotowatih, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing. Jarak tempuh dari Kota Malang kira-kira membutuhkan waktu 3-4 jam perjalanan. Untuk bisa menikmati keindahan PGBC, PADMakers bisa menggunakan dua alternatif sarana kendaraan. Menggunakan kendaraan pribadi bisa jadi pilihan paling tepat apalagi jika PADMakers berpergian dengan sanak keluarga atau rombongan. Dari Kota Malang ikuti saja jalan menuju ke Gadang, Turen dan Sendang Biru. PGBC terletak tidak begitu jauh dari Pantai Sendang Biru. Dari sini, ada banyak petunjuk jalan yang akan membantu arah menuju PGBC.

gua batu cina1Bagaimana jika menggunakan kendaraan umum? Anda bisa menggunakan angkot AG/GA dari terminal Arjosari dan turun di Terminal Gadang (begitu juga sebaliknya) dengan dikenakan biaya Rp 5 ribu. Sesampai di terminal Gadang, Anda bisa naik angkutan umum -Bison atau L300- dengan tujuan ke Sumbermanjing dengan ongkos Rp 7 ribu.

Jangan lupa untuk memberi tahu jika Anda turun di Sendang Biru ya? Dari sini, silakan naik ojek hingga ke PGBC. Pada tukang ojek, sebaiknya tawar-menawar harga lebih dahulu hingga menemukan harga yang reasonable. Sesampai di PGBC, per pengunjung akan dikenakan biaya masuk Rp 5 ribu/orang, sedangkan mobil bertarif Rp 4 ribu/mobil. Biaya ini masih ditambah ongkos parkir yang dikenai tarif Rp 7 ribu/mobil dan Rp 5 ribu/motor.

What To Eat?
Jika lapar, di lokasi PGBC terdapat banyak warung/kedai makan yang menawarkan makanan dan minuman segar. Paling banyak yang dijual adalah bakso serta es degan. Murah kok. Untuk seporsi bakso cukup bayar Rp 10 ribu, satu buah kelapa muda utuh dihargai Rp 8 ribu, dan Rp 4 ribu untuk segelas es degan. Harga yang masih masuk akal bukan? Namun tidak sedikit juga traveler yang terlihat lebih nyaman membawa bekal sendiri dari rumah.

What To Do?
Berjalan-jalan di pantai ini tidak akan membuat bosan. Sejauh mata memandang kita akan disuguhi oleh kecantikan alami pantai yang masih perawan. Bebatuan karang besar di pinggir dan tengah laut menjadi pemandangan tersendiri. Namun karena PGBC termasuk salah satu dari deretan pantai laut Selatan, maka sangat tidak dianjurkan untuk berenang jauh dari bibir pantai, mengingat ombak yang besar dan tiba-tiba datang tanpa diduga. (naskah dan foto: Maya Winata Lim/hpy)