Membelah Pulau Menuju Track Subita

Road Trip Nekat Mengeksplorasi Selatan Indonesia (22)

Pink BeachTidak pernah saya terperangah seperti kondisi di Pink Beach. Lima elang tiram yang hidup liar bisa terbang bebas dan melintas dengan berani di hadapan saya. Semburat jingga langit senja saat itu menjadikan suatu bingkai terbaik di hidup saya. Hari yang sangat membahagiakan, bisa melihat kondisi alam yang begitu alami di perairan laut Flores.

Istirahat hari itu jadi begitu nikmat, di atas kapal dengan arus tenang yang meninabobokan saya beserta pengalaman yang tidak akan terlupakan bersama elang dan manta dalam pikiran malam itu. Hari kedua sailing trip dengan agenda trekking di dua pulau yang menyimpan habitat hewan purba, komodo.Senja Dari Pulau Kalong

Kapal langsung melanjutkan perjalanan setelah semua penumpang dalam kapal dibangunkan matahari terbit dari balik Pulau Kalong. Destinasi pertama hari itu adalah Loh Liang di Pulau Komodo. Tiba sekitar pukul 07.30, kami langsung membayar administrasi lalu sesuai jadwal kami akan trekking di pulau tersebut. Bukan mengambil paket jalur medium track atau long track tetapi membelah pulau menuju pelabuhan lain di sisi timur, track Subita.

Kapal kami akan menunggu di pelabuhan sisi lain di luar pulau. Dengan semangat ingin melihat komodo yang katanya sebagai sisa hewan purba di muka bumi ini, maka sejak pagi kami sudah melangkah ke dalam hutan. Sampai pada satu titik yang bernama water hole ternyata kami tidak menemukan satu ekor komodo di sekitar kami.

Setelah menunggu di area yang katanya tempat komodo mencari mangsa selama setengah jam, dan nihil, maka kami pun terus melanjutkan trekking menuju Bukit Subita. Perjalanan saat itu menurut ranger Taman Nasional yang menemani kami, kemungkinan kecil sekali bisa melihat komodo. Hewan tersebut tidak menyukai daerah dataran tinggi sehingga dengan legowo kami menerima kondisi tersebut.

Pohon Lontar di Bukit SubitaPemandangan selama perjalanan itu sangat beraneka ragam dari bebatuan, savana, hingga pohon tinggi menyerupai kelapa, pohon lontar. Tiba di Bukit Subita kami diberi pemandangan yang begitu indah, hamparan hutan dengan latar berupa lautan luas. Sangat jarang pengunjung yang mengambil track ini. Menurut ranger kami, dalam satu bulan hanya ada 2-3 rombongan yang mengambil jalur ini.

Tiba di pelabuhan sisi lain di Pulau Komodo, kami sudah dijemput oleh kapal yang siap mengantar ke destinasi kedua. Cukup kecewa dengan itinerary yang dipilih turis luar ini, karena tujuan saya kali ini bukan untuk trekking melainkan melihat komodo. (naskah dan foto: Geraldine Fakhmi Akbar/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)