Melepas Jenazah dengan Daging Kerbau dan Babi

Pesta karena Berduka di Tana Toraja (2)

toraja-kerabat-dan-turis-lokal-maupun-mancanegara-berbaur-makan-bersama-dalam-acara-aluk-rambu-solo
Turis lokal berbaur makan bersama dalam Aluk Rambu Solo’

toraja4Meski saat ini Aluk Rambu Solo’ dilaksanakan oleh semua penganut agama yang ada di Toraja, pada dasarnya pesta ini didasarkan pada keyakinan Aluk Todolo yang merupakan kepercayaan lokal masyarakat Toraja. Di dalam Aluk Todolo terdapat aluk pitung sabu pitu atau 777 aturan yang di dalamnya juga memuat tentang aturan pemujaan roh leluhur pada saat pelaksanaan upacara Aluk Rambu Solo’.

toraja-makanan-yg-disajikan-dalam-aluk-rambu-solo
Makanan yang disajikan dalam Aluk Rambu Solo’

Bagi kerabat yang kemampuan ekonominya terbatas, upacara Aluk Rambu Solo’ tidak  tidak dilaksanakan segera setelah seseorang meninggal, tetapi mereka akan melakukan rapat keluarga untuk menentukan waktu penyelenggaraan upacara. Hasil kesepakatan seluruh anggota keluarga itulah yang nantinya akan ditetapkan sebagai waktu pelaksanaan pesta.

Berdasarkan status sosial masyarakat, pesta Aluk Rambu Solo’ dibedakan menjadi empat jenis, yakni Silli’ untuk kasta paling rendah, dan untuk kasta-kasta selanjutnya disebut sebagai Pasangbongi, Di Batang atau Di Doya Tedong, dan Rapasan sebagai pesta untuk kelas Tana’ Bulan atau bangsawan tinggi.

Setelah proses persiapan selesai, pelaksanaan Aluk Rambu Solo’ diawali dengan pelaksanaan Aluk Pia atau Aluk Banua, yakni penyembelihan kerbau dan babi diiringi ma’ badong atau nyanyian semalam suntuk. Pada saat itu pula status mayat sudah berubah menjadi to makula atau orang yang benar-benar sudah dianggap meninggal. Pada hari ke dua para kerabat akan menyerahkan sumbangan berupa hewan atau uang.

toraja-penyembelihan-babi-ma-bolong
Penyembelihan babi ma bolong

Sumbangan tersebut kelak akan dihitung sebagai utang yang harus dibayar kembali ketika kerabat yang memberi juga melaksanakan Aluk Rambu Solo’. Di hari ke tiga dilakukan ma’ bolong (penyembelihan babi) dan ma’ batang (penyembelihan kerbau) yang dilakukan To Mebalun (pemimpin pesta).

toraja-pembagian-daging-kerbau
Pembagian daging kerbau

Lalu pada hari ke empat dilakukan ritual memakukan jenazah ke dalam peti kayu yang terbuat dari kayu mate (kayu yang sudah mati).  Pada prosesi selanjutnya dilakukan ma’palao (menurunkan jenasah dari lumbung), allo katongkonan (keluarga menerima tamu dan mencatat sumbangan), mantaa padang (pemotongan dan pembagian kerbau).

Lalu ada me aa (jenazah diturunkan dari lekian dan selanjutnya dimakamkan). Upacara Aluk Rambu Solo’ baru berakhir setelah proses pemakaman jenazah selesai dilakukan. Sungguh berpesta tanpa menyayangkan harta untuk hatinya yang sedang berduka, barangkali hanya ada di Tana Toraja. (naskah dan foto: AS/editor: Heti Palestina Yunani)