Melihat Kelelawar Disantap Hiu di Pulau Sangiang


sangiang-4Tingginya tingkat kesibukan dan terbatasnya waktu membuat masyarakat Jakarta dan sekitarnya, mengidam-idamkan sebuah tempat wisata yang tidak terlampau jauh. Paling tidak untuk sekadar melepas penat dan melarikan diri dari hiruk-pikuk kota.

Ada pilihan yaitu Pulau Sangiang. Pulau ini merupakan tempat wisata yang tergolong dekat bagi mereka yang bermukim di ibukota. Pulau yang belum terlampau ramai ini menyimpan keindahan panorama bawah laut yang terjaga. Ditambah keramahtamahan penduduk asli, pulau ini memikat siapa saja yang berkunjung ke sini.

Bagi para pecinta wisata alam khususnya pantai dan laut, pergi ke Pulau Sangiang sangat direkomendasikan. Di samping jaraknya yang tidak terlalu jauh dari ibukota, Sangiang masih memiliki ekosistem bawah laut cukup terawat di sekitar wilayah perairan Banten.

Secara administratif, Pulau Sangiang atau Sanghiang/Sanghyang merupakan bagian dari Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Dari daratan Pulau Jawa, pulau ini hanya kurang lebih 10 km dari Pantai Anyer. Dekat bukan?

Kalau dihitung, waktu tempuh untuk mencapai Pulau Sangiang dari Pantai Anyer cukup 1 jam saja. Itu jika ditempuh dengan kapal bermotor. Begitu cepatnya menuju ke sini, maka Sangiang jadi jujugan terinstan untuk menikmati liburan singkat atau berakhir pekan. Tapi soal kesan, jangan tanyakan. Inilah wisata instan yang paling dalam memberi kesan.

Tanjung Bajo dan Legon Waru
sangiang-3Pemandangan bawah laut yang indah akan langsung tersaji setibanya di Pulau Sangiang. Mau langsung snorkeling? Boleh. Lokasi snorkeling utama di perairan sekitar pulau ini adalah Tanjung Bajo dan Legon Waru. Kedua spot ini tidak jauh dari kawasan pulau. Susunan terumbu karang baik di Tanjung Bajo maupun di Legon Waru masih sangat asri dan terjaga.

Maka tidak heran jika kehidupan bawah laut Pulau Sangiang masih sangat ‘hidup;. Fauna bawah laut yang kan menyapa kita antara lain ikan betok (damselfish), ikan badut (clownfish) atau familiar disebut Nemo di film Finding Nemo, ikan kakatua (parrotfish), ikan kupu-kupu (butterflyfish), cumi-cumi, bintang laut dan lain-lain.

Rawa Kedondong Menuju Homestay
sangiang-1Homestay di dalam pulau dapat dicapai melalui Rawa Kedondong. Seperti rawa-rawa umumnya, Rawa Kedondong dikeliling berbagai tumbuhan khas daerah berawa seperti bakau dan nipah. Menyusuri rawa ini tidaklah mudah.

Meskipun para pengunjung akan dibawa dengan kapal, namun Rawa Kedondong menjadi dangkal ketika air sedang surut, sehingga dapat saja kapal akan kandas. Maka pilih waktu tepat untuk melewati rawa ini, yakni sore hari ketika air sudah mulai pasang.

Akomodasi homestay sangatlah sederhana. Maklum belum ada instalasi listrik di pulau ini. Kadang, generator dihidupkan di malam hari untuk sekadar menyalakan lampu penerangan. Maka amat disarankan untuk membawa lampu senter jika berkunjung ke Pulau Sangiang.

Goa Kelelawar Menuju Pantai Pasir Panjang
sangiang-5Setelah melepas lelah sejenak, pengunjung kemudian diantar menuju Goa Kelelawar dan Pantai Pasir Panjang melalui jalur trekking di Pulau Sangiang. Jalur yang harus dilalui adalah berupa hutan dengan kontur sedikit menanjak dan menurun. Waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai Goa Kelelawar kurang lebih 1 jam.

Ketika sampai di Goa Kelelawar, spontan aroma guano (kotoran kelelawar) menyeruak. Suara decitan kelelawar pun terdengar berbaur dengan gemuruh ombak laut yang menghantam pintu gua. Bila lautan sedang tenang dan pengunjung sedang beruntung, maka seringkali terdapat ikan-ikan hiu di perairan dangkal di mulut gua.

sangiang-6Hiu-hiu tersebut rupanya sengaja menunggu di sana bila ada kelelawar yang jatuh dari gua. Kelelawar inilah yang menjadi mangsa mereka. Usai menonton aksi ini, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Pantai Pasir Panjang. Pemandangan tebing-tebing indah akan terlihat selama perjalanan.

Ada tebing yang memiliki padang rumput mini. Di sini di para pengunjung bisa turun untuk beristirahat sejenak dan ber-selfie ria sambil menikmati angin segar yang bertiup kencang. Di tebing ini pengunjung juga dapat melihat hamparan Selat Sunda di mana Pulau Sebesi dan Gunung Krakatau tampak di kejauhan.

Jalur trekking ini usai ketika kita sampai di Pantai Pasir Panjang. Ini tidak jauh dari awal jalur trekking atau dari homestay. Perjalanan makin lega karena disambut warung yang menyediakan buah kelapa segar untuk menghilangkan dahaga. Sayang pantai di Pasir Panjang tidak terlalu bersih.sangiang-8

Ini mengingat Pulau Sangiang terletak tidak jauh dari daratan utama Pulau Jawa, sehingga sampah-sampah organik maupun non-organik seringkali tersapu ke pesisir pantai. Meskipun demikian, pantai ini tetap menyajikan panorama matahari terbenam yang luar biasa diselingi dengan suara deru ombak yang kencang.

Tahukah kamu?
Berdasarkan sejarah yang dikemukakan penduduk asli Pulau Sangiang, pulau ini awalnya bagian dari Lampung. Pada masa kerajaan dan penjajahan, wilayah perairan di Pulau Sangiang menjadi salah satu jalur utama bagi kapal-kapal yang ingin berlayar menuju Sunda Kelapa. sangiang-9

Selain marak perniagaan, pelayara juga membuat maraknya praktik pembajakan di laut. Kerajaan di Lampung saat itu mengumumkan bahwa siapa yang berhasil mengusir para bajak laut yang beroperasi di wilayah tersebut, maka Pulau Sangiang akan diberikan sebagai hadiah.

Warga Desa Cikoneng di Banten ikut berupaya mengusir para bajak laut. Upaya mereka membuahkan hasil. Sesuai janji seorang raja, maka Pulau Sangiang diberikan kepada warga Desa Cikoneng, hingga sampai menjadi bagian dari Banten.

Menuju Pulau Sangiang
Kalau mengambi start dari Jakarta → Tol Tangerang Merak → keluar tol Cilegon Barat → simpang jalan menuju Merak atau Anyer. Dari sini pilih arah ke Anyer → Pelabuhan Paku Anyer. sangiang-7

Pulau Sangiang dapat dicapai dengan kapal sewaan melalui Pelabuhan Paku di Anyer yang berkapasitas hingga 15 orang dengan kisaran harga Rp 1.750.000 per hari. Atau bisa mengikuti open trip yang diselenggarakan banyak trip organizer. Kalau mau asyik lagi, mintalah diatur sebuah private trip.

Tips
1. Pulau Sangiang memiliki fasilitas sangat sederhana, khususnya untuk penginapan di homestay. Saat ini homestay masih berupa rumah kayu yang hanya menyediakan tikar sebagai alas untuk tidur. Beberapa perlengkapan khusus disarankan untuk dibawa seperti sleeping bag, celana panjang, lotion anti-nyamuk, senter dan air minum cukup.sangiang-2

2. Tidak adanya toko oleh-oleh bukan berarti pengunjung meninggalkan pulau ini dengan tangan hampa. Pulau Sangiang kaya akan jeruk limau. Pohonnya dapat dijumpai ketika sedang trekking menuju Pantai Pasir Panjang. Mintalah guide lokal di sana yang sekaligus penduduk asli Pulau Sangiang untuk memberitahu jika terdapat pohon jeruk limau dalam perjalanan. Mereka tidak berkeberatan jika pengunjung ingin memetik beberapa buah jeruk limau yang tumbuh sangat banyak di pulau ini. (naskah dan foto: Ario Triwibowo/Heti Palestina Yunani)