Mandi Cahaya di Dua Gua

turunJika PADMakers mendengar kata Gunung Kidul, tentu terbayang pantai-pantainya yang cantik dan gua-gua eksotis yang biasanya hanya di temui di pesisir selatan Pulau Jawa. Destinasi ini sekarang banyak dikunjungi wisatawan, terutama para penjelajah gua. Di sana ada duet penebar pesona dari Gunung Kidul yang sejatinya telah naik daun lebih dari lima tahun lampau yaitu Gua Jomblang dan Gua Grubug.

Yang menjadikan kedua gua ini istimewa adalah jalurnya yang vertikal. Bagi yang ingin mencapainya, haruslah punya keberanian dan keahlian khusus untuk melakukan Single Rope Technique (SRT), yaitu teknik baku yang digunakan untuk menuruni atau menaiki gua vertikal dengan menggunakan satu tali.

Sesuai paket yang dikemas oleh pengelola tempat ini ataupun trip organizer lainnya, Goa Jomblang merupakan titik start perjalanan penuh kesan ini. Kalau pinjam lagu pop, meluncur dengan tali dari bibir gua satu ini ke dasarnya merupakan ‘awal yang indah’.

Tataplah dinding tebing selagi turun, niscaya mata enggan mengedip walau sejenak, khawatir tertinggal satu detik saja dari momen berharga. Selanjutnya, giliran mata yang sehari-hari lelah menatap layar komputer atau smartphone tersegarkan warna ijo royo-royo hamparan hutan purba. Disebut demikian lantaran ‘umur’nya yang menurut kisah telah ratusan tahun.

gua-menekuri-langkah-kaki-sepanjang-badan-goa
Melangkah masuk ke sepanjang badan gua

Tumbuhan pakis khas hutan tropis menambah suasana menjadi seperti mistis. Silakan menghirup udara sepuasnya, mumpung hawanya segar tanpa terganggu polusi. Meneruskan perjalanan ke Gua Grubug, kita akan mendapatkan jalur yang terus menurun.

Di situlah nikmatnya, menyadari kita manusia begitu kecil di tengah kedahsyatan alam raya. Kecerobohan, kepongahan, kurang menjaga sikap dapat mengakibatkan kita tergelincir atau mengalami hal yang tak diinginkan.

Hingga akhirnya bertemu jalan datar, kita dapat sedikit menarik napas lega. Ada batu-batu yang dapat digunakan sebagai pijakan kaki, dilanjutkan ke area penghubung antara kedua gua yang keadaannya pekat sekali. Lepas dari sini, kejutan manis menanti di depan sana. Sorot cahaya laksana lampu senter raksasa seolah membimbing langkah kaki mendekat.

Setelah melewati jalur yang gelap pekat, seketika pancaran cahaya muncul dari permukaan gua alias dari arah atas. Menyorot laksana lampu panggung dan kita yang berada di bawah adalah lakonnya. Berdiri di tengah sorotan cahaya itu seolah tengah mandi cahaya. Indahnya sulit terwakilkan rangkaian kata sepuitis apapun. Sudah begitu, batu-batu besar dekat tempat berpijak pun turut menggetarkan hati, satunya berkilau, satunya lagi bentuknya unik.

Penggemar foto makro jelas dimanjakan tampilan keduanya. Di antara keseruan berfoto siluet, masih terbuka kesempatan menengok ke bawah. Ada aliran air berwarna kehijauan yang sontak merebut perhatian. Indah. Jika PADMakers penasaran, jangan hanya berangan. Segera datangi dua gua yang akan mengantar Anda ke keindahan perut bumi ini. (naskah dan foto: Lucy Liestiyo/Heti Palestina Yunani)