Makam Orang Kepercayaan Cheng Hoo Ramai Diziarahi

Berkunjung ke Klenteng Sam Poo Kong Semarang (2)

Tidak hanya sebagai tempat beribadah dan berziarah, Klenteng Sam Poo Kong juga menjadi tempat untuk napak tilas jejak kedatangan Laksamana Zheng He. Klenteng Sam Po Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He. Nama ini lebih dikenal dengan Cheng Hoo.

Sebagai tempat peringatan dan tempat pemujaan atau bersembahyang serta tempat berziarah maka di dalam gua batu itu diletakan sebuah altar, serta patung-patung Sam Poo Tay Djien yang tak lain adalah Zheng He. Zheng He adalah seorang muslim, tetapi dianggap setingkat dewa. “Hal ini dapat dimaklumi mengingat agama Khonghucu atau Tao menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka,” kata Tutuk Kurniawan, pengurus kelenteng.

Selain altar juga dijumpai makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Hoo saat di Jawa. Mereka juga ramai dikunjungi pengunjung untuk berziarah. Pemberian nama bangunan atau gedung tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut.

Sebagai contoh, Mbah Kiai Cundrik Bumi merupakan tempat segala jenis persenjataan yang digunakan untuk mempersenjatai awak kapal. Kiai atauNyai Tumpeng berkaitan dengan urusan makanan di kapal dan Kiai Djangkar tempat meletakkan jangkar kapal.

Sedangkan Mbah Djurumudi diduga atau dipercaya sebagai makam dari juru mudi kapal. Dalam bangunan tersebut dihiasai dengan berbagai lukisan dan patung-patung yang menggambarkan perjalanan Cheng Hoo sampai ke Jawa termasuk pula di permukaan dua pilar bangunan utama.

Karena banyaknya unusr inilah, klenteng ini terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah China sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal China. Uniknya mereka yang datang kebanyakan oleh warga China yang beragama muslim.

“Hal ini disebabkan warga muslin China dari propinsi Yunan mengenal dan menyakini bahwa Laksamana Cheng Hoo sebagai panglima perang utusan China keturunan Persia yang memiliki latar belakang Islam. Apalagi keberadaan Gedong Batu menunjukkan hubungan erat antar bangsa Asia pada waktu lampau maupun hingga saat ini. Dan itu sangat jelas tertulis dalam prasasti yang ada di kompleks klenteng,” papar Tutuk. (naskah dan foto: Heti Palestina Yunani/editor: HPY)