Lions Club Surabaya Kresna Tampilkan Karya Denny Samawa

cover-depanSebuah Watercolor Solo Charity Exhibition bertema “Grey Zone” digelar Lions Club Surabaya Kresnadi lobi Shangri La Hotel, sejak 30 September 2016 lalu hingga 15 Oktober 2016 nanti. Sebanyak 25 karya seniman watercolor Surabaya Denny Samawa itu dikemas berbeda dengan ciri khas, baik dari segi teknik, pemilihan objek, kenyamanan warna maupun ragam komposisi.

Menurut penggagas dan ketua panitia Silvia Zulaika, karya seni rupa lukisan cat air Denny Samawa ini, sudah sangat pantas untuk disajikan lebih luas dan lebih dekat kepada masyarakat sebagai salah satu pilihan wawasan perkembangan di bidang seni rupa lukisan cat air pada masa kini.

denny-2Dijelaskan Silvia, pameran karya seni cat air ini merupakan salah satu langkah kecil bagi Lions Club Surabaya Kresna dalam hal pengabdian sosial kemasyarakatan melalui seni dan budaya. Maka pihaknya bekerja sama dengan International Water Color Society Indonesia dan Shangri La Hotel Surabaya untuk mewujudkannya.

“Kebetulan Lions Club memperingati 100 tahun. Jadi penampilan Denny Samawa dalam pameran tunggalnya kali sangat istimewa karena ia bukan saja pelukis cat air Indonesia namun juga merupakan salah satu anggota Lions Club Surabaya Kresna,” katanya.

06Bersama Denny yang juga anggota International WaterColor Society Indonesia, Silvia bahu-membahu mewujudkan rancangan program-program  luhur dalam pengabdian kemanusiaan melalui organisasi Internasional Lions Clubs.

“Karena itu kami dengan merelakan hasil penjualan lukisan tunggal pertama ini untuk di donasikan ke beberapa program sosial kemasyarakatan jangka panjang Lions Club Surabaya Kresna,” kata Silvia. Sementara Denny Sama mengaku, idenya untuk menggelar pameran karya lukis cat air miliknya sudah digagas sejak lama. Semula ia juga tak mengira akan digabungkan dengan sebuah acara charity.

04“Sebagai pameran lukis cat air tunggal saya yang pertama, acara ini sekaligus saya gunakan untuk membuktikan kepada khalayak seni di Surabaya khusunya dan Indonesia bahwa karya lukis cat air adalah cabang seni rupa yang punya daya tarik sendiri,” terangnya. Diakuinya karya dalam cat air memang tidak banyak ditekuni. Senimannya tak banyak muncul sehingga Denny yakin bahwa pilihannya ini akan ikut menyumbang perkembangan seni lukis cat air.

08Dalam “Grey Zone”, Denny sengaja menampilkan Surabaya dalam sisi lain. Terutama tentang nuansa ‘dingin’ yang ia hasilkan dari warna-warna yang cenderung ‘dingin’ pula. Kesan ini ia kuatkan dengan selalu menggambarkan semua sudut Kota Surabaya setelah hujan. “Hal ini membuat beberapa sudut kota yang kumuh bisa saya samarkan,” katanya.

Makna “Grey Zone” juga bisa diartikan dengan wilayah abu-abu yang ada di Surabaya seperti Manukan, Bulak Banteng, Widodaren sampai Rungkut. Bukan negatif namun beberapa tempat yang diambil Denny sebenarnya adalah wilayah yang sulit dimunculkan keindahannya secara visual. Kekuatan bangunan tua di beberapa tempat kadang membuat kesan kumuh, tak teratur dan kotor. Namun di tangan Denny, semua tempat itu menjadi indah. (naskah: Heti Palestina Yunani/foto: Denny Samawa/editor: Heti Palestina Yunani)