Keuntungan 28 Tahun di Telkom

Love, Art and Journey Membangun Padma (5)

Dalam kebimbangan memutuskan pensiun dini, beberapa pihak menganjurkan saya bikin rumah kos, supaya duit saya aman. Saya pikir benar juga, tetapi saya tidak bisa bergerak kepada bisnis yang lain karena uang pesangon saya pasti langsung tertanam di situ 100 persen.

Bayang-bayang kegagalan sempat menghantui saya, sebab saya ini boros, suka spontan membuat keputusan, dan hobi jalan-jalan itu pasti membuat kantong bolong. Wawancara paling akhir adalah oleh pejabat HRD. Ini wawancara paling menentukan, karena merekalah yang tahu berapa penghasilan karyawan setiap tahun.

Bayangkan, saya kerja atau duduk-duduk saja, setiap tahun saya akan terima 23 kali gaji. Banyak yang pesimis melihat rencana saya pensiun dini. Tetapi saat wawancara dengan pejabat HRD semangat saya mengembang.

Kami berdiskusi banyak hal. Mengulas pengalaman saya bekerja di Telkom ditambah pengalaman saya berbisnis, rasanya cukup untuk memulai bisnis event organizer. Dalam masa kerja 28 tahun menjadi karyawan Telkom, saya memiliki beberapa pengalaman kerja, mendapat training-training berkualitas, bertugas dalam bidang-bidang yang menyentuk ranah publik, yang semuanya itu menguntungkan saya.

Apa yang menguntungkan itu? Setidaknya ada empat hal ini:

  1. Sejak usia masih belia, saya sudah ‘dipaksa’ menjadi pembawa acara. Mulai dari tingkat sederhana pembukaan-penutupan pelatihan, hingga tingkat direksi bahkan event-event besar bersama pelanggan.
  2. Saya juga pernah menjadi public relation officer selama 3 tahun, sehingga saya sudah terbiasa menghadapi media dan bekerja bersama mereka.
  3. Saya pernah ditugaskan menjadi marketing communication selama 2 tahun, maka saya sering bertemu media lain dan berbicara di radio atas nama perusahaan.
  4. Tak kalah penting adalah, saya telah dilatih untuk menjadi event organizer selama 6 tahun. Yaitu ketika saya menjadi sekretaris seorang senior manager dan sekretaris general manager. Tugas saya meng-handle segala kebutuhan bos, mengelola acara dengan direksi, relasi, client yang terdiri dari para direktur juga, bahkan beberapa kali saya meng-handle acara-acara besar seperti perpisahan Kadivre, mulai dari menyulap balairung menjadi tempat asing, menyusun acara, memanggil pengisi acara, dan segala-gala yang berhubungan dengan itu.
  5. Tetapi pengalaman yang memberikan saya masukan banyak tentang apa yang bisa saya lakukan adalah adalah ketika saya ditugaskan perusahaan untuk menjadi account manager. Tugas saya adalah mengelola pelanggan corporate, memenuhi segala kebutuhannya sampai kepada handling complain. Inilah sekolah-sekolah luar biasa yang saya dapatkan di perusahaan yang telah menghidupi saya selama 28 tahun.

Dengan pertimbangan-pertimbangan itu saya jadi mantab memilih pensiun dini untuk mendirikan sebuah event organizer. (naskah dan foto: Wina Bojonegoro/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)