Kembangkan Bisnis, Azkimore Angkat Batik Sememi

azki1Sebanyak 18 rancangan busana kreasi Kunmas’adah menjadi penanda resmi nama Azkimore dikenalkan pada publik. Dalam enam busana di sesi ke tiga atau terakhir, Kun yang berbisnis ditemani Christine Wu menunjukkan kelasnya sebagai perancang busana muslim yang mampu mengangkat kearifan lokal Surabaya.

Diambil dari batik buatan warga Kelurahan Sememi, batik-batik dalam berbagai warna itu menjadi paduan yang cantik untuk berbagai busana muslim. Semua motif yang dipakai Kun –sapaan Kunmas’adah-, hanya diambilnya dari bentuk semanggi, daun khas makanan asli Suroboyo, semanggi.

Kun tak membuat rancangannya dibentuk dari satu kain batik saja. Dalam dua rancangan yang dominan hijau dan cokelat, ada dua warna batik yang ia padudankan sebagai model jubah. “Sekarang kan tren kombinasi, sehingga busana itu punya detil permainan sederhana hanya dengan menggabungkan dua motif batik berbeda dalam satu rancangan,” kata ibu dua anak itu.

Yang menarik tentang batik Sememi motif semanggi yang dipakai Kun adalah tentang asalnya. Sebagai warga Kecamatan Benowo, Sememi coba diangkat Kun mengingat Sememi adalah salah satu kelurahan di daerah tersebut. Maka Kun mencoba membuat Azkimore memiliki kekuatan rancangan lantaran mengusung kearifan lokal daerahnya.

Batik-batik itu tak lain dibuat oleh para perajin batik di Sememi. Kun mengambil motif semanggi karena daun itu sudah sangat melekat dengan Surabaya. Sebagai makanan khas Surabaya, semanggi juga lebih dikenal orang di luar Surabaya. “Saya pikir kenapa tidak motif daun itu saja kan sudah familiar,” tegas Kun.

Semanggi sebelumnya juga disematkan Kun sebagai detil rancangan busana Azkimore namun hanya dalam bentuk aplikasi. Daun berjumlah tiga ruas atau empat itu ia tumpuk menjadi dua sampai tiga lapis sehingga membentuk mirip bunga. Seperti yang ia gelar dalam sesi ke dua fashion show yang dihadiri sekitar 150 kastamer setia Azkimore dalam Azkimore Special Gathering di Benowo Trade Center, Sabtu (7/10/2017).

azki7Semanggi yang menjadi detil dalam busana abaya berpotongan sederhana satu warna itu hanya dihiasi simpel dengan semanggi bertebaran. Sementara dalam fashion show sesi pertama, Kun mengetengahkan rancangan yang jauh lebih simpel dengan memfokuskan pada penutup kepala (jilbab) keluaran Azkimore. Ada jilbab serut, jilbab pastan serut, jilbab syar’i soft pad yang menemani abaya polos.

Abaya polos Azkimore ini unik, sebab Kun merancangnya sekaligus bisa digunakan sebagai inner atau dalaman memakai busana yang lebih formal atau langsung sebagai luaran untuk berbusana kasual. “Selama ini inner yang di pasaran seperti hanya sebagai dalaman tapi Azkimore mengeluarkan innner yang tidak semata inner tapi itu sudah juga busana,” kata Kun.

Kepada para kastamer, Christine Wu, -seorang bussiness coach nasional-, menjelaskan manfaat berbisnis bersama Azkimore. Sebagai partner baru Kun, Christine menjanjikan Azkimore akan berkembang dengan sentuhan marketing yang profesional. “Azkimore tak ingin besar sendiri, namun bersama kami, semua kastamer yang selama ini setia memakai produk Azkomore bisa meningkatkan peluangnya dengan menjadi distributor,” tegasnya. (naskah dan foto: Endang W/editor: HPY)