Keliling Bersama Bernard Batubara dalam Chatterbus

Menjelajahi kota Surabaya dengan berbagai destinasi ikonik serta bersejarahnya terasa berbeda kali ini. Salah satu kegiatan Literaturia, yaitu Chatterbus, menawarkan pengalaman berkeliling kota sembari berbincang mengenai literasi di dalam bus. Berawal dari titik kumpul di Sub Co. Co-working Space, para peserta diajak berkeliling menuju Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, Balai Kota, Kertajaya, Kayoon, Bungkul, Kebun Binatang Surabaya, dan Surabaya Town Square dan kemudian kembali lagi ke Sub. Co. Co-working Space.

Perjalanan dimulai dengan Bara yang menjelaskan tentang novel terbarunya, Metafora Padma. Ia terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya saat tinggal di Pontianak yang saat itu sedang terjadi Perang Sampit. Selain membahas mengenai literasi dan Surabaya, Bara juga berbagi beberapa tips dalam menulis. Baginya, ketika membaca sebetulnya kita sudah sudah terbiasa untuk berpikir. Bara juga percaya bahwa gaya penulisan seseorang harus selalu berkembang.

Penulis yang mengidolakan Haruki Murakami ini juga menambahkan, “Harus ada konsistensi dalam menulis dan juga membaca. Ketika membaca buku, ada banyak yang dapat dipelajari. Seharusnya hal tersebut tidak membuat kita kehabisan ide untuk ditulis.” Pembawaan Bara yang menyenangkan membuat para peserta Chatterbus dengan antusias memberikan pertanyaan. Tidak hanya mengenai kegiatan membaca dan menulis, ia juga menjelaskan beberapa hal seputar penerbitan buku dan kiat-kiat menulis di media sosial.

Di tengah perjalanan, Bara menantang peserta untuk mengunggah foto selama kegiatan berlangsung dan menulis caption secara singkat di Instagram. Salah satu yang terbaik nantinya akan mendapatkan hadiah berupa buku dari Bara secara langsung. Dua jam perjalanan terasa cepat berlalu karena seluruh peserta, moderator dan Bara menikmati setiap topik perbincangan.

“Pengalaman yang unik banget, suasananya santai dan seru karena di tengah-tengah obrolan bisa sambil melihat landmark kota Surabaya. Seperti talkshow sambil karyawisata!” katanya.

Di akhir perjalanan ia memberikan imbauan kepada para peserta agar jangan takut menulis, karena tidak akan ada tulisan yang bagus bila sebelumnya tidak pernah menulis cerita yang kurang baik.

Sesi Chatterbus di Literaturia diharapkan dapat meninggalkan kesan tidak hanya bagi Bara tapi juga bagi para peserta dan anak muda Surabaya lainnya. Ke depannya Literaturia ingin mengembangkan berbagai inovasi lain untuk berbagi pengalaman di dunia literasi. (naskah dan foto: PAD/Heti Palestina Yunani)