Keliling Benteng Keraton Buton sambil Jogging

Masjid KeratonBila sudah merasa bosan dengan keindahan pantai yang ditawarkan Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, maka Anda perlu berkunjung ke Benteng Keraton Buton yang telah dinobatkan sebagai benteng terluas di dunia. Dari pusat kota, Anda dapat menaiki ojek seharga Rp 5 ribu menuju benteng atau angkutan umum seharga Rp 3 ribu.

Tetapi, lebih menarik bila mengunjungi Keraton sembari ber-jogging menikmati kesibukan Kota Baubau. Dengan luas sekitar 23,375 hektar, Benteng Keraton dapat menampung beberapa perkampungan dan segala bangunan peninggalan sejarah di dalamnya. Sebaiknya jangan pilih berkunjung siang hari karena akan terasa tidak nyaman.

Ingat, matahari yang sangat terik merupakan salah satu kekhasan Kota Baubau yang terletak di pesisir pantai.  Jadi, lebih baik mengunjunginya pada pagi hari untuk menikmati udara yang segar. Bisa juga pada sore hari ini untuk menikmati keindahan matahari terbenam. Karena terletak di dataran tinggi, dari Benteng Keraton Anda dapat melihat pemandangan Kota Baubau lengkap dengan laut.

Di sana dapat terlihat kapal-kapal yang berlalu-lalang layaknya sebuah mainan yang sangat kecil. Bahkan, pada pagi hari Anda dapat melihat kabut yang menutupi sebagian bukit yang berdekatan dengan letak benteng. Bangunan benteng sendiri terbuat dari susunan batuan yang kuat. Hampir di setiap sisinya terdapat meriam yang tidak lagi dapat digunakan.

Ada juga Lawa, yaitu pintu gerbang yang disertai anak tangga dari jalanan luar benteng.  Di dalam kawasan benteng pun terdapat cukup banyak kuburan para sultan yang masih terjaga. Jangan hanya berdiam pada satu sisi benteng. Cobalah mengelilingi Benteng untuk melihat kesibukan warga di perkampungan atau menikmati pemandangan yang tersembunyi di sekitarnya.

Selain itu, perlu pula mengunjungi Masjid Keraton yang masih berada di dalam kawasan benteng.  Masjid ini merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Buton yang masih ramai dikunjungi oleh umat muslim untuk beribadah. Tidak klop rasanya bila hanya menikmati pemandangan tanpa melihat peninggalan Kesultanan Buton, seperti rumah sultan, Masjid Quba, Batu Popaua, dan sebagainya.

Menariknya, semua yang ditawarkan di tempat wisata ini gratis, kecuali bila ingin menyewa jasa pemandu wisata yang dapat menjelaskan sejarah singkat mengenai Kesultanan Buton. Jangan lupa mengunjungi museum dan melihat-lihat benda bersejarah di dalamnya. Cukup dengan membayar Rp 5 000, Anda akan puas dijejali koleksi unik dari Buton. (naskah dan foto: Nabila Prameswari/hpy)