Ke Meksiko, Siaplah Tidur Bareng Laki-laki!

Sebagai solo female traveler ke Meksiko saya punya sesuatu untuk dibagi kepada calon traveler lain. Utamanya perempuan, berhati-hatilah terutama karena rentannya kejahatan di Meksiko. Apalagi yang sendirian. Anjuran utama yang saya selalu berikan kepada perempuan yang mau traveling sendirian ya lebih baik spend uang lebih, baik untuk naik taksi atau penginapan.

Untuk taksi, pakailah bila Anda tidak yakin akan keamanan di jalan. Yang kedua spend lebih itu karena sebaiknya pilihlah penginapan yang aman. Tips ringan ini saya pelajari sebelum ke Meksiko. Tapi begitu saya tiba di Mexico City, Ibu Kota Meksiko, saya makin tahu kalau tips itu penting, khususnya buat female traveler. Kalau tak ingin spend uang lebih, ada cara. Ini kaitannya tentang bagaimana menghindari memakai kendaraan umum dan memilih tempat menginap aman tadi.

hostel-mundo-joven-catedralSaat ke DF (begitulah orang-orang menyebut Mexico City dalam Bahasa Spanyol), saya tiba di hari yang cerah saat low season. Karena rawannya kejahatan di DF, untuk meminimalisasi penggunaan kendaraan umum tapi tak bokek karena naksi terus, saya memutuskan tinggal di Hostel Mundo Joven Catedral.

Kenapa di sana meski terdapat hostel lain yang lebih murah? Sebab hostel itu terletak di daerah pusat atau tepat di belakang Centro Historico (Pusat Kota Historic). Lingkungannya terawat baik serta berdekatan dengan tempat-tempat yang sangat terkenal dan dikelilingi gedung-gedung terkenal seperti Palacio Nacional dan Museo del Templo Mayor.

Jadi, tempatnya ideal untuk memulai menjelajahi Kota Meksiko tanpa berkendaraan umum. Dari sini, kita bisa dapat menikmati akses mudah ke semua hal yang dapat ditemukan di sebuah kota yang aktif ini. Di depan hostel terdapat bus tur keliling kota (hop-on-and-off, istilahnya). mexico tips (1)Dari sana mau ke mana-mana enak.

Hanya dalam waktu 5 menit jalan kaki, saya sudah berada di jalan komersial Mexico City. Di sekitarnya terdapat banyak restoran, toko, dan mal. Bahkan dengan berjalan 10 menit lagi, saya dapat melewati gedung yang terkenal seperti Palacio de Bella Artes.

Selain alasan lokasi, saya memilih hostel ini karena kenyamanan dan keamanannya. Ukuran hostel ini sangat besar dan terdiri dari banyak lantai dan sangat banyak kamar yang dapat diakses dengan lift. Di rooftop hostel ini terdapat bar dan mesin cuci (di bilik yang terpisah) untuk self-laundry.

mexico tips (3)Selain sekuriti di depan hostel, kita juga menggunakan swipe card untuk akses ke dalam lift hostel. Semua tamu dapat gelang plastik untuk menandai sebagai penghuni hostel. Pokoknya keamanan di hostel ini tidak perlu diragukan lagi. Jadi, lebih baik membayarlah lebih mahal sedikit daripada mengorbankan lokasi yang jauh atau keamanan hostel yang meragukan.

Harga room pada low season berkisar Rp 140 ribu per malam untuk sebuah kamar asrama yang berisi 6 perempuan, termasuk saya. Harap diingat bahwa kebanyakan hostel di Amerika Latin berupa kamar asrama campuran, yang berarti laki-laki dan perempuan tinggal dalam satu kamar. Jadi untuk memudahkan traveling kita, biasakanlah diri untuk tinggal di dalam kamar campuran alias tidur bareng laki-laki meski di bed berbeda tentu saja.

Satu tips lagi, beberapa orang di DF dapat berbahasa Inggris meski secara terbatas, maka dari itu apabila kemampuan berbahasa Spanyol dapat memudahkan perjalanan kita. Tidak perlu memiliki kemampuan berbahasa Spanyol yang sangat tinggi, pelajarilah kalimat-kalimat yang penting. Percayalah, orang Meksiko sangat menghargai gringos (foreigners) yang mau berusaha bercakap dengan bahasa mereka. (naskah dan foto: R. RR. Cornellia Widiastuti/editor: Heti Palestina Yunani)