Jelajah Museum di Hari Museum

Pentingnya museum sebagai jendela pembelajaran manusia Indonesia di masa sekarang mendorong Asosiasi Museum Indonesia Kawasan Taman Mini Indonesia Indah (AMIKA-TMII) berinisiatif mengadakan Gebyar Pesona Museum Nusantara pada 27-31 Oktober mendatang. GPMN itu sekaligus digelar untuk memperingati Hari Museum Indonesia ke-3 pada 27-31 Oktober 2017.

Acara ini terkait dengan hasil Pertemuan Nasional Museum (PNM) 2015 di Balai Kota Malang, Jawa Timur, pada 26-28 Mei 2015. Dalam acara itu, disepakati bahwa 12 Oktober menjadi Hari Museum Nasional. Forum itu menginginkan bagaimana cara untuk menghidupkan dan memajukan museum di Indonesia agar lebih disukai masyarakat, terutama dalam menyongsong era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Selain menjadikan GPMN sebagai peringatan Hari Museum Indonesia, TMII juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai museum. Dalam GPMN ke-3 akan dilaksanakan berbagai kegiatan program publik. Kegiatan ini melibatkan Koordinator Museum dan Hubungan Kelembagaan, museum-museum TMII, Anjungan Daerah, masyarakat umum, pemerhati museum, komunitas dan seniman yang diwujudkan dalam bentuk berbagai atraksi dan kegiatan edu-interaktif.

Menurut keterangan pers dari Media Officer acara ini Roro Prima, setiap komunitas dapat menyosialisasikan program publik yang dimilikinya dan bersinergi dengan museum-museum yang ada di TMII. Program publik dihadirkan untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan museum kepada masyarakat, menumbuhkan rasa cinta museum sekaligus menjadikannya sebagai sarana belajar dan bermain yang menyenangkan, di antaranya melalui pemanfaatan perkembangan teknologi gawai.

Dengan demikian, generasi muda Indonesia akan lebih tertarik untuk datang ke museum, lebih menghargai dan mencintai museum, sehingga tumbuh rasa memiliki dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Melalui kegiatan GePMN, diharapkan masyarakat lebih kenal dan mengapresiasi serta peduli pada museum-museum di Indonesia, terutama museum-museum di TMII.

GPMN juga menjadi ajang untuk memperluas jejaring serta memperkuat kerjasama dan kemitraan antara museum, masyarakat, dan komunitas. Museum tidak lagi menjadi benda arkais yang tidak dikenal anak-anak masa kini. Justru dari museum lah, anak-anak zaman sekarang mendapatkan pengetahuan dan pemahaman tentang masa lalu untuk membuat masa kini yang lebih baik.

Hari Museum (1)TMII, selain sebagai tempat wisata merupakan lembaga yang sangat memahami pentingnya memelihara catatan sejarah dan budaya Nusantara, dalam hal ini melalui museum-museumnya. TMII memiliki 20 museum dan satu museum baru yaitu Museum Batik yang sedang dibangun. Dalam GPMN 2017, Asosiasi Museum Indonesia Kawasan TMII kembali mengadakan kegiatan yang tahun lalu cukup diminati masyarakat, yaitu Jelajah Museum.

Dijelaskan Roro, dalam kegiatan ini masyarakat diajak berjalan-jalan dari satu museum ke museum lain dengan cara yang menyenangkan. Dengan menggunakan gawai ponsel pintar melalui aplikasi Jelajah Museum dalam lomba yang memberikan berbagai hadiah menarik, remaja dan anak muda akan lebih terpacu untuk terlibat.

Selain itu, dalam GPMN, masyarakat juga bisa mengikuti fun walk di Museum Olahraga serta Diskusi Terbuka dengan judul “Pengkajian Ulang Naskah Akademik Undang-Undang Permuseuman Indonesia”. GPMN akan dibuka oleh Putu Supadma Rudana, MBA., selaku Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI). Dalam pembukaan ini, Buku Museum-Museum di TMII juga diluncurkan sebagai persembahan TMII kepada masyarakat Indonesia. (naskah dan teks: Roro Prima/editor: HPY)