Janda Dijatah Lebih Ikan Paus

Oh Lembata; Pulau Pemburu di Lautan (2)

lembata 2 Rasanya sunset dengan background Gunung Ile Ape dan langit berwarna kuning api kemarin belum hilang keindahannya dari mata saya. Di hari selanjutnya saya makin antusias dengan perjalanan ke Pulau Lembata.

Pagi harinya, jam 4 pagi, saya sudah bersiap-siap untuk melanjutkan trip ke Desa Lamalera. Desa yang terkenal dengan para pemburu ikan paus ini menarik keingintahuan saya. Satu alasannya ya karena banyak berita kontroversial mengenai perburuan ikan paus, satwa laut yang dilindungi.

Selama empat jam perjalanan darat lagi-lagi hujan mengguyur sangat deras. Itu membuat udara dingin menggigit. Maklum, kendaraan yang saya tumpangi adalah pickup 4WD yang hanya diberi atap. Mau apa lagi, itulah transportasi umum yang biasa digunakan penduduk desa.

lembata barter (3)Jalan berliku dan sempit membelah bukit menerjang hujan bukan merupakan halangan bagi saya. Sebab ada saya pikat yang saya cari; hari itu merupakan hari pasar barter di Desa Lamalera. Ya, pasar barter hanya dilaksanakan setiap Jumat pagi.

Sebagai pasar barter, tentu saja semua transaksi tidak menggunakan uang melainkan menukar barang dengan item barang lain. Semua itu hanya bisa ditemui di Lamalera. Inilah keberuntungan saya ke Pulau Lembata.

Desa Lamalera sendiri merupakan desa yang berada di tepi pantai yang langsung berdampingan dengan bukit. Daerah pantai digunakan untuk penyimpanan perahu, dan naik sedikit di daerah perbukitan merupakan tempat di mana orang desa tinggal.

Tradisi memburu ikan paus ini sudah dilakukan berabad-abad lamanya. Saya sudah diberi pesan oleh banyak kawan untuk jangan sekali-kali menyarankan kepada penduduk desa berhenti memburu paus. Di Lamalera, itu sudah merupakan tradisi!

lembata barter (4)Di sini, musim perburuan ikan paus berlangsung antara bulan April sampai Oktober setiap tahunnya. Itu bukan merupakan kegiatan komersil lho. Ada syarat dan ketentuan ketat yang berlaku di sini. Seperti contohnya, Killer Whale atau Orca dan Sperm Whale saja yang boleh diburu. Itupun yang sudah tidak bereproduksi lagi sehingga tidak menggangggu keseimbangan ekosistem.

IMG-20161230-WA087Paus biru merupakan ikan paus yang sangat tidak boleh diburu karena dianggap sebagai pelindung nenek moyang penduduk Desa Lamalera. Dalam cerita rakyat, paus biru ini pernah menyelamatkan nenek moyang Lamalera yang mengalami musibah di lautan lepas.

Cara mereka berburu pun sangatlah tradisional. Bekalnya kapal kayu kecil dan tombak sebagai senjata. Dalam satu musim perburuan, mereka menangkap satu sampai dua ekor ikan paus. Daging yang didapat dipotong-potong dan dibagikan kepada seluruh penduduk Lamalera.

Bagian daging, perut dan kulitnya kemudian diawetkan. Ada yang direbus, dikeringkan atau diasap sehingga bisa disimpan dalam waktu satu tahun sampai dengan musim perburuan berikutnya.

Salah satu kebijaksanaan Lamalera dalam pembagian daging ikan paus adalah; para wanita tua dan janda yang hidup sendiri mendapatkan bagian lebih banyak. Ini supaya mereka bertahan punya alat penukaran di pasar barter, selama satu tahun. Adil kan alam mengatur? (naskah dan foto: Monique Aditya/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)