Jabat Tangan Tanda Keju Terjual

Wisata Keju di Gouda (1)

gouda (5) Siapa yang tidak pernah mendengar tentang keju Gouda. Salah satu keju dari Negara Belanda yang terkenal seantero jagad raya. Oke, mungkin terdengar berlebihan. Tetapi perjalanan ke Kota Gouda ini memang membuat saya sebagai pecinta keju sangat bersemangat dan tidak sabar untuk segera menikmati indahnya kota itu.

Yang pasti sambil mencicipi berbagai macam keju yang tersedia! Allez a tout! Gouda, adalah sebuah kota yang berjarak 42 kilometer dari Amsterdam. Kota itu bisa ditempuh dalam waktu 1 jam dari Schipol Airport. Hanya perlu membayar 6 Euro untuk  naik kereta intercity, dengan kartu transport pass yang bisa juga digunakan untuk semua moda transportasi di wilayah Negara Belanda.

Kota di wilayah Belanda Selatan ini termasuk salah satu kota paling tua di Belanda. Keberadaannya sudah sejak tahun 1100. Ia dinamakan Gouda seperti nama keluarga yang pertama tinggal di lokasi ini yaitu keluarga Van der Goude yang kemudian membangun kastil dan benteng di sepanjang sungai Gouwe.gouda (1)

Kota Gouda sendiri akhirnya berdiri sebagai kota yang secara resmi dikepalai seorang wali kota pada abad ke-13. Ia lah yang membangun kantor walikota atau staadhuis, pada tahun 1448 dan merupakan salah satu City Hall tertua yang bisa ditemukan di Belanda. Lokasinya di tengah plaza Kota Gouda dan berseberangan dengan De Waag atau gedung tempat penimbangan keju.gouda (4)

Sebagai kota keju, kita bisa menyaksikan  Traditional Cheese Market yang melibatkan para petani dan pembuat keju, serta traders atau pembeli keju yang bertransaksi  di plaza sekitar City Hall.

Cheese Market ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1395. Para pembuat keju dari desa membawa keju-keju berbentuk bulat dan berwarna kuning ini ke depan City Hall.

Mereka membawanya dengan menggunakan kereta yang ditarik oleh kuda-kuda peternakan. Di sanalah ditawarkan keju-keju tersebut di pelataran plaza. Traders atau pembeli keju akan melakukan penawaran yang berakhir dengan sebuah jabat tangan khas yang terlihat seperti permainan tepuk tangan anak-anak sebagai tanda bahwa mereka telah melakukan transaksi. (naskah dan foto: Monique Aditya/editor: Heti Palestina Yunani)