Hiu Paus Mendekat, Hati Berdebar

Berdekat-dekatan dengan Hiu Paus Botubarani (2)

paus (2)Sejak Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerja dengan WWF, keberadaan hiu paus atau whaleshark di Botubarani, desa kecil di Grorontalo itu kian terlindungi. Penduduk Desa Botubarani kini sudah menjadi anggota komunitas yang memonitor fenomena hiu paus itu di desanya sendiri.

Tugas mereka adalah menandai kalendar besar yang dipasang di gazebo tepi pantai. Mereka mencatat jumlah hiu paus yang datang setiap harinya. Jadi dapat diketahui waktu-waktu kapan hiu paus itu muncul dengan kelompok besar, kecil atau bahkan tidak muncul sama sekali.

Hal ini akan membantu penelliti untuk melakukan riset lanjutan ke mana hiu paus itu bermigrasi, berkelompok atau pengaruh cuaca yang mendasari pergerakan dari hiu-hiu paus tersebut.

Hal lain yang dilakukan oleh pihak kementrian yang dipimpin Susi Pujdiastuti adalah dengan melatih orang-orang lokal dengan keterampilan menyelam. Ada 19 orang penduduk lokal yang diberikan kursus menyelam secara gratis sampai mendapatkan sertifikat penyelam.

Hal ini dilakukan supaya mereka dapat membantu peneliti pada saat melakukan penelitian lanjutan. Selain itu juga mereka merupakan guide menyelam pada saat ada pengunjung baik domestik maupun manca negara yang datang untuk menyelam dengan hiu-hiu paus tersebut.paus (4)

Hiu paus ini merupakan salah satu jenis yang tidak berbahaya, karena mereka hanya memakan plankton, udang atau ikan-ikan kecil saja. Dengan mulutnya yang super lebar, mereka bisa menyaring air yang masuk. Memang akan terasa sangat mendebarkan pada saat mereka berenang menuju kita dengan membuka lebar mulutnya, seakan-akan kita bisa tersedot ke dalam perutnya dengan mudahnya.

Saat itu, kita tidak boleh panik jika tiba-tiba salah satu hiu paus iseng berenang dekat dengan kita hanya satu meter berhadapan satu sama lain. Kita pun harus waspada melihat gerakan hiu paus. Karena walau bagaimanapun pelannya mereka bergerak, dengan ukuran hiu paus yang sangat besar dengan panjang mencapai 12 meter dan berat ber ton-ton itu bisa mengakibatkan hal yang fatal.

Salah satunya bila terkena senggolan ekor atau badannya, seolah-olah ditampar sebuah tangan raksasa tanpa kita menyadarinya. Namun semua pengalaman itu menjadi satu akhir pekan impulsive yang menakjubkan. Saya benar-banar habiskan waktu hanya untuk berenang bersama hiu paus di Desa Botubarani, Gorontalo.

Ah, betapa kaya Indonesia dengan semua keragaman dan keramahan penduduknya. Maka, keunikan dan kekayaan alamnya harus kita jaga agar generasi yang akan datang masih bisa menikmati keindahan alam ini. (naskah dan foto: Monique Aditya/editor: Heti Palestina Yunani)