Empat Makanan Ehem Khas Wakatobi

Wakatobi terkenal karena keindahan bawah lautnya. Lalu bagaimana dengan potensi kulinernya? Dijamin istimewa! Makanan khas Wakatobi rata rata masih diolah dengan cara tradisional dan masih menjadi primadona bagi masyarakatnya.

Saya sendiri menyukainya karena rasanya yang otentik serta tak dapat ditemukan di daerah lain. Jika ditanya rasanya? Ehem. Tak bisa berkata-kata. Pokoknya nikmat. Setidaknya ada 4 makanan khas Wakatobi yang tidak boleh dilewatkan:

  1. Tombole

Hebatu adalah teknik memasak menggunakan batu. Yang dimasak adalah sejenis lemper yang dinamakan tombole. Pertama-tama disiapkan tombole. Lalu ambil batu karang yang banyak dijumpai di Pantai Wakatobi dan dipanaskan. Ketika cukup panas maka batu ditumpuk menjadi segitiga.

Saking panasnya, pemasak harus menggunakan batang pisang untuk mengangkat/menjepit/menggeser batu sesuai tatanan segitiga. Setelah dibentuk, tombole disusun di sisi batu panas. Tombole dan batu ditutup dengan daun pisang agar panas batu berpindah ke tombole dan membuatnya matang. Tunggu beberapa menit, makanan siap dihidangkan.

  1. wakatobi-3-kasuamiKasuami

Kasuami ibarat nasi bagi masyarakat Wakatobi. Sebagai makanan pokok, masyarakat lebih suka meyantap kasuami dibandingkan nasi. Kasuami dibuat dari singkong yang diparut/digiling dan disaring sehingga yang tertinggal hanya ampasnya.

Ampas ini masih diperas lagi dengan cara dipukul-pukul hingga tidak ada airnya lalu dibentuk menjadi segitiga dan dipanaskan. Ada satu lagi jenis kasuami yang berbentuk bola/persegi panjang yang dilumuri dengan minyak dan terdapat bawang goreng yang dinamakan kasuami pepe.

Makanan ini dapat dibeli di hampir semua pelosok Wakatobi dengan kisaran harga Rp 3-4 ribu. Rasanya seperti nasi yaitu sedikit hambar dan biasa dimakan dengan ikan. Konon ide membuat kasuami ini dikarenakan kondisi tanah di Wakatobi yang berupa batu karang.

Ini menyulitkan penduduk menanam beras. Mereka lalu mencari alternatif pengganti nasi sehingga terciptalah Kasuami. kasuami diperkirakan dapat bertahan lama hingga 1 minggu sehingga sangat cocok dijadikan bekal untuk para masyarakat yang pergi melaut.

  1. wakatobi-2-ikan-parendeParende

Ikan ini hanya ditemukan di wilayah Wakatobi dan sekitar Pulau Sulawesi. Sebutannya berbeda-beda di tiap daerah. Ikan ini merupakan campuran paling pas sambil menikmati kasuami. Untuk memasaknya hanya dibutuhkan bawang merah, bawang putih, serai dan kunyit serta garam secukupnya. Uniknya, semua ikan parende disajikan berkuah tidak ada yang digoreng.

  1. Luluta

wakatrobi-4-pembuatan-lulutaLuluta adalah beras yang dibungkus daun pisang. Bungkusan dimasukkan ke dalam bambu untuk dibakar ujung bawahnya yang tertutup hingga beras di dalamnya matang. Biasanya masyarakat menggunakan beras putih dan beras merah tetapi tidak dicampur dalam satu bambu. (naskah dan foto: Lenny/editor: Heti Palestina Yunani)