EMMI GANDASASMITA; Pantang Traveling ke Negeri Orang

Menjelajahi alam Indonesia sama artinya dengan menjelajahi surga tak bertepi. Lembah, gunung, padang, hingga kedalaman laut, semuanya menyimpan kejutan yang tak pernah habis. Selalu ada hal baru, ke manapun kaki melangkah. Hal itulah yang dirasakan oleh Emmi Gandasasmita. Wanita kelahiran 18 Oktober 1966 silam ini mengaku, dirinya tak tertarik untuk berlibur ke luar negeri sebelum puas menikmati seluruh pesona alam Indonesia.  Meski ia pun mengakui, bahwa biaya untuk berlibur keliling nusantara lebih besar ketimbang berlibur ke Thailand atau Hongkong, dengan waktu dan akomodasi yang sama.

Emmi adalah seorang traveler sejati. Ia mengaku bahwa setiap tahun dirinya selalu menjadwalkan untuk liburan jauh minimal dua kali dan beberapa kali liburan akhir pekan. Hal tersebut disesuaikan dengan bujet dan jatah cuti tahunan, karena statusnya yang seorang karyawan sebuah perusahaan multi nasional. Sudah banyak tempat yang dikunjungi Emmi di antaranya Kei Kecil, Ambon, Banda, Flores, hingga overland di Sulawesi. Berikut wawancara PADMagz dengan Emmi:

Kapan waktu-waktu yang Anda pilih untuk berlibur?

Sebenarnya tidak setiap akhir pekan atau tanggal merah saya pergi trip liburan, kok (itu komen lebay). Saya juga perlu tidur tanpa gangguan, atau kumpul keluarga, atau kondangan. Tapi saya memang merencanakan, setiap tahun saya harus pergi liburan jauh dua dan liburan-liburan akhir pekan asik memang ada di mission statement saya.

Kategori jauh itu seperti apa bagi Anda?

Saat ini saya masih cinta banget sama Indonesia. Jadi pastinya eksplor Indonesia lah. Itu pun masih banyak banget yang belum disambangi. Disesuaikan dengan bujet dan jatah cuti tahunan. Karena ternyata liburan di Indonesia itu lebih mahal biayanya dari pada liburan ke Singapura atau ke Malaysia atau ke Thailand atau ke Hongkong, untuk jumlah hari dan fasilitas yang sama. Tapi apa yang didapat dengan eksplor Indonesia itu luar biasa. pemandangan jauh lebih indah. Tidak ada kendala bahasa, makanan gampang ditanya halal atau haramnya. Lagipula, kan kalau liburan di Indonesia, uang yang dibelanjakan buat saudara setanah air ya. Hehehe.

Tempat liburan seperti apa yang sesuai bagi Anda?

Saya tipikal yang suka liburan ke tempat yang alami. Tidak ada listrik, tidak ada sinyal, tidak masalah. Perjalanan ke Danau Segara Anakan di Pulau Sempu itu luar biasa kenangannya. Untuk mencapai danau indah di balik batu karang itu, harus melewati track hutan hujan tropis yang luar biasa padat dengan akar-akar pohon yang malang melintang dan tanah becek lembab bekas hujan. Tapi, pas melihat danau segara anakan itu hilanglah segala capek.

Dari sekian tempat yang pernah Anda kunjungi, mana yang paling menarik untuk Anda?

Tempat yang paling asik di Indonesia menurut saya masih Pulau Kei Kecil, pulau kecil di Maluku Tenggara. Posisinya ada di bawah garis lurus Kota Fakfak di Papua, dengan pasir putih sehalus tepung terigu sepanjang 7 Km. Nah liburan ke Ambon Banda dan Kei Kecil ini, selama 9 hari, emang jauh lebih mahal daripada liburan ke Hongkong sih, tapi cantiknya Ambon, Banda dan Kei yang bak serpihan surga yang jatuh ke bumi itu tiada duanya!

Ambon dan Banda, saking indahnya, sampai dikunjungi dua kali, dan masih ingin banget balik ke sana suatu hari. Atau Pulau Flores yang cantik. Ini pulau benar-benar cantik. Sampe overland di pulau ini dua kali! Padahal, kalau budget liburan berlebih mending liburannya ke tujuan lain saja. Tapi cantiknya pulau ini emang sangat mengundang utuk dikunjungi lagi. Pegunungan yang tampak seperti empat dimensi, Danau Kelimutu tiga warna yang berubah-ubah warnanya, pantai yang berbatu-batu hijau tosca bertebaran, desa-desa adat yang sangat unik.

Dan pastinya indahnya kepulauan Komodo dengan pulau-pulau kecil yang tampak seperti komodo itu. Berada di tengah laut Kepulauan Komodo itu tidak berasa seperti di tengah laut, saking dikelilingi oleh pulau-pulau kecil nan cantik. Indonesia itu indahnya bukan hanya di permukaan, tapi juga di bawah airnya. Sampai-sampai saya yang tidak bisa berenang bertekad belajar diving, agar bisa menikmati indahnya bawah air.

Karena di setiap trip, teman-teman yang diver selalu ribut bercerita seru tentang indahnya bawah laut setiap mereka keluar dari air. Alhamdulillah, sekarang setiap liburan eksplor Indonesia, bisa sekalian menyelam, jadi melihat keindahan Indonesia di atas dan di bawah permukaan laut.

Wah, destinasi Anda rata-rata menghabiskan bujet lumayan

Tidak semua liburan harus berbiaya mahal, kok. Banyak tempat-tempat unik dan menarik yang tidak jauh. Bisa berkendara bersama teman-teman, urunan sewa mobil, gantian nyopir, tidur di penginapan murah, ramai-ramai, asal bisa merem. Ke Pangandaran, Batu Karas, Green Canyon, Garut, Kawah Putih, Kawah Gunung Galunggung, Kawah Papandayan, Kawah Putih, dan yang cukup sering adalah Pelabuhan Ratu dan Pulau Peucang. Itu tempat-tempat yang bisa dikunjungi di akhir pekan, atau long weekend. Dan, yang penting murah pula biayanya.

Masih ada tempat yang belum sempat dan ingin dikunjungi?

Masih pengen ke Maluku Utara, Halmahera, Morotai. Pengen ke Pulau Lembata, liat perburuan Paus traditional di Lamalera. Masih pengen ke Pulau Rotte, pulau paling selatan Indonesia. Masih pengen ke Sulawesi Tenggara. Masih pengen ke Sumatera Barat. Masih pengen ke Aceh dan Pulau Weh nya. Masih pengen eksplor Jawa Tengah. Masih pengen ke Taman Nasional di Kalimantan Tengah, di Ujung timur Jawa Timur. Masih pengen kembali ke Flores, Riung dan 17 pulau nya. Masih pengen ke Kalimantan Timur. Waaaah banyak sekali! Jadi tidak tahu kapan ada interest untuk liburan ke luar Indonesia.

Pengalaman yang paling berkesan untuk Anda?

Perjalanan yang sangat membekas dan memberi kenangan sedih adalah ke Taman Nasional Baluran. Padang savana yang cantik di ujung timur Pulau Jawa. Ada banteng, banyak monyet, dan binatang-binatang lain yang menjauh di saat manusia lewat. Tidak ada sinyal di sana. Pas keluar dari hutan, dan mendapat sinyal, banyak sekali missed call dan text message. Anak, kakak, ponakan, mengabarkan mama tersayang meninggal dunia! Sampai nggak bisa mikir harus ngapain. Dengan bantuan dan support teman-teman, aku bisa sampai rumah mama 15 jam kemudian. Dan mama sudah dimakamkan. Bahkan tahlil malam pertama pun sudah selesai. (naskah: PADMagz/foto: koleksi pribadi/hpy)