Di Betawi Berkuah Susu, Di Banyumas Bersambal Kacang

Tujuh Soto yang Indonesia Banget (2)

Kemarin sudah ada dua soto yang Didi Domba kenalin, soto Lamongan dan soto Kudus. Memang ya, banyak nama soto di Indonesia pakai nama belakang nama kota asal soto itu. Kata depannya pun ada yang menyebut sroto seperti sroto Sokaraja ini yang akan Didi bahas bersama soto Betawi dan soto Madura. Nanti ada juga soto dengan nama coto yang itu khas Makassar. Semua sama-sama soto. Yuk makan eh yuk bahas.

3. Soto Madura

soto-madura Inilah rajanya soto berkuah kuning di dunia persotoan tanah air. Lumrahnya,  soto Madura adalah soto daging dan jerohan sapi. Penggemar kaldu sapi pasti suka,  karena kuah kaldunya kental berlemak. Soto Madura masuk ke dalam gagrak soto kuning yang paling asik dimakan dengan nasi ‘pera’ alias nasi sedikit keras.

Dalam satu mangkok soto Madura, biasanya ada telur rebusnya, kucuran jeruk nipis, taburan bawang goreng, irisan seledri, dan jangan ketinggalan kerupuk kalengnya. Uniknya, di Madura sendiri gak ada soto Madura! Keliling deh, sampai pelosok. Yang ada cuma soto daging atau soto ayam. Pernah dengar Soto Sulung? Ini depot soto Madura yang paling hits! Lokasinya di Jalan Sulung, Surabaya. 4 bintang! (****)

4. Sroto Sokaraja

srotoPertama kali Didi makan sroto ini, bingung. Pas diobok di panci gede sebelum dituang di mangkok, kuahnya bening. Lha kok pas sudah sampai di mangkok kok jadi butek? Tambah bingung lagi pas diicipi, kok ada ulegan kacangnya? Protes deh, “Mboke, ini soto inyong kalebonan kacang. Inyong pesen soto, dudu pecel encer.”

Hlah kok mboke ketawa: ”Sroto Sokaraja memang gitu! Soto bening isi daging sapi atau ayam, ditambah toge, disiram kuah, ditambah bumbu kacang, trus ditaburi kerupuk merah.” Owalaaahhh Didi pikir si mboke salah kasih sambal. Ternyata, gurih kacangnya sroto ini enak, bikin ketagihan. Jangan dibayangkan seperti rujak soto Banyuwangi. Beda. Kalau rujak soto kan pakai sayur dan soto kuah kuning.

Nah, Sroto, meski ulegan kacang membuat kuah beningnya keruh, tapi rasa sotonya tetap dominan. Di Banyumas, Jawa Tengah, Desa Kanding, Kecamatan Somagede, ada kampung Sroto, must visit! Huwenak! Soal bintang, berhubung Didi nggak terlalu suka kacang, jadinya cukup tiga untuk sroto yaaaa. (***).

soto_betawi5. Soto Betawi

Konon, Soto Betawi adalah soto paling jahat untuk tubuh. Gimana nggak? Isinya jerohan, kuah susu, plus taburan emping. Huwwaaaaa, ngeri-ngeri sedap! Soto ini sudah ada sejak lama, tetapi baru populer pada 1977-1978 saat seorang penjual soto bernama Lie Boen Po berjualan di kawasan THR Lokasari atau Prinsen Park.

Kuah susulah yang membuat gurihnya beda. Hah? Susu? Yup susu. Seperti bahan yang digunakan dalam sup ala barat, tapi encer, sekadar untuk memberikan sensasi gurih, bukan eneg. Pada perkembangannya, susu dalam soto betawi lebih sering diganti santan. Jadi, amaaannn! Hmm…masih tinggi juga, sih kandungan kolesterolnya, hehehe.

Minta aja isiannya daging, no jerohan dan jangan lupa, empingnya disingkirkan. Tapi kalau suka versi ekstrem, jangan tanggung-tanggung. Minta isian mata atau torpedo sekalian! Boleh kasih soto ini bintang lima? Maklum, Didi maniak jeroan. (*****) (naskah: Didi Domba/foto: int/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)