Dari Tanjung Buton Geser ke Tanjung Harapan

Backpacker-an 7 Hari 7 Pelabuhan; Pelabuhan Tanjung Buton  (2)

pelabuhan-buton1 Sesampai di Pelabuhan Tanjung Buton, Siak dari Pelabuhan Sei Duku, Pekanbaru, penumpang turun kembali dari bus dan pindah ke kapal cepat Nagaline. Dari Buton inilah, kita bisa mencapai ke pelabuhan lainnya macam Dumai, Batam dan Bengkalis. Untuk menuju Pelabuhan Tanjung Harapan di Selat Panjang, perjalanan bisa ditempuh selama 3 jam.

Setibanya di Selat Panjang, aku langsung mencari penginapan murah meriah. Dari rekomendasi teman, ada sebuah Wisma Dr. Willam di Jl Imam Bonjol 138. Letaknya di samping Apotek Johana. Uniknya wisma ini bangunan jadi satu dengan tempat praktik klinik milik Dr Willam. Tarifnya cukup murah buat backpacker seperti sata: cuma Rp 150 ribu per malam.

Buton sebenarnya nama pelabuhan kedua di Riau. Pelabuhan itu diapit oleh pesisir timur Pulau Sumatera dengan selat Pulau Padang di Kabupaten Meranti, Riau. Jaraknya dari Kota Pekanbaru mencapai 140 kilometer dan 112 mil menuju perairan internasional Selat Malaka. Pelabuhan itu sudah dipakai untuk bongkar muat, terutama kendaraan mobil atau motor dari Jakarta.

Sekali-sekali ada juga ekspor produk agro ke Malaysia, Singapura atau Korea. Untuk lebih mendukung peningkatan ekspor Riau dan pertumbuhan ekonomi, keberadaan Tanjung Buton sangat penting. Apalagi pelabuhan Dumai mulai kewalahan mengejar peningkatan ekspor. Waktu sandar kapal di sana sudah mencapai tiga sampai empat hari dengan biaya mahal.

Pemerintah Kabupaten Siak, sangat mengandalkan kawasan Tanjung Buton sebagai pusat ekonomi baru di wilayah pesisir timur Sumatra.

Sebab Tanjung Buton memiliki keunggulan, di antaranya lokasi yang terlindung oleh pulau sehingga ombak yang datang relatif kecil. Di Tanjung Buton, gelombang paling tinggi hanya mencapai 0,98 meter. Pelabuhan itu juga melayani kawasan hinterland Kabupaten Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Kota Pekanbaru.

Bahkan, ada pengusaha dari Jambi yang biasa mengekspor sayur ke Singapura melalui Batam yang mulai tertarik menggunakan Tanjung Buton. Nilai strategis Tanjung Buton juga karena dari Jambi lebih dekat ke Tanjung Buton daripada ke Batam. Itulah mengapa para eksportir sayur dari Jambi sangat berminat memanfaatkan sarana lalu lintas angkutan perdagangannya lewat Tanjung Buton.

Pelabuhan Tanjung Buton berpeluang menampung kelebihan kapasitas Pelabuhan Dumai sebesar 2,6 juta ton per tahun. Lahan yang sudah dibebaskan mencapai 5.192 hektare dengan 600 hektare di antaranya sudah besertifikat hak pengelolaan. Pembangunan pelabuhan sudah menghabiskan anggaran Rp 250 miliar yang bersumber dari APBN. Panjang dermaga untuk sandar kepala sudah mencapai 150 meter. (naskah dan foto: Ferry Fansuri/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)