Dari Gunung Sari, Mendekat ke Ngolo

Menikmati Pulau Pemana dari Desa Gunung Sari (2)

pulau pemana (2)

Berpenduduk sekitar 1500 jiwa, sebagian besar penduduk Pulau Pemana berasal dari Suku Buton di Sulawesi. Walaupun terdapat suku lain seperti Suku Bajao dan Maumere. Bahasa yang digunakan oleh suku ini sehari-harinya adalah Bahasa Buton.

Selain bermata pencaharian sebagai nelayan seperti desa-desa pesisir pada umumnya, sebagian penduduk Pulau Pemana juga bercocok tanam. Hasil pertanian di Pemana utamanya berupa kacang hijau, umbi-umbian, jagung, dan kelapa.

Saat saya tiba di pulau itu, matahari mulai condong ke barat, perkampungan ala masyarakat pesisir mulai tampak dari kejauhan. Aktivitas pelabuhan terlihat mulai ramai dengan warga yang menanti rekan, saudara, atau sejawatnya yang segera berlabuh.

Beberapa tukang ojek dengan sigap menawarkan jasa angkutan kepada penumpang yang terlihat kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang. Jika Anda datang berombongan, bisa mencoba menaiki ojek motor roda 3 dengan bak belakangnya yang terbuka, untuk mengantar masuk ke desa.

Begitu masuk, hanya ada dua desa di pulau itu yang bisa Anda tuju; Desa Pemana dan Desa Gunung Sari. Untuk saat ini, kapal-kapal yang datang dari Maumere lebih banyak berlabuh di Desa Pemana. Itu karena pelabuhan di Desa Gunung Sari masih rusak akibat sapuan ombak.

Desa Gunung Sari merupakan pemekaran dari Desa Pemana sejak 2003. Desa yang ada sejak tahun 1800-an menjadi desa pertama yang dihuni di Pulau Pemana. Nama Gunung Sari konon berasal dari nama kapal layar yang berlayar dari pelabuhan di Jawa, kemudian terdampar di tanjung Dusun Siaga. Mitos yang berkembang, kapal ini terdampar karena mengikuti kapal hantu.

Sesampainya di Desa Gunung Sari, saya niatkan langsung ke Dusun Ngolo. Dusun ini merupakan satu dari tiga dusun di Desa Gunung Sari selain Dusun Waniama dan Dusun Siaga. Dari pelabuhan, Dusun Ngolo itu bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 2 jam lebih atau menggunakan jasa ojek motor. Jika ingin tahu di mana Ngolo, cobalah dari kejauhan melihat Pulau Pemana.

Akan tampak ketika naik kapal, pulau itu seperti terputus atau terbelah di tengah-tengahnya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Di tempat yang dari kejauhan tampak terputus itulah Dusun Ngolo berada.

Ngolo dalam Bahasa Buton artinya terputus. Dusun Ngolo diapit oleh dua bukit dan dua pantai. Di sisi timur terdapat Bukit Mbosa dan di sisi barat terdapat bukit Sowa, sedangkan di sisi utara dan selatan diapit Pantai Sawengka dan Woru. (naskah dan foto: Pande Putu Hadi Wiguna-greenearthcadet@gmail.com/ editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)