Ceker Lapindo, Favorit Baru dari Kota Udang

Ceker Lapindo (1) (1)Ceker Lapindo. Kalau mendengar namanya mungkin terkesan agak menyeramkan. Bersaing dengan bandeng asap atau kerupuk udang yang lebih dulu popular di Sidoarjo, beberapa tahun belakangan makanan ini telah menjadi primadona baru di Kota Sidoarjo, Jawa Timur. Dari namanya, Ceker Lapindo mudah mengingatkan kita pada luapan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo. Tapi tenang, bukan lumpur yang tersajikan, melainkan ceker atau kaki ayam yang menjadi bintang utamanya.

Memang tidak semua orang biasa atau suka dengan ceker ayam yang diolah menjadi masakan. Beberapa bangsa di dunia ini, ada yang menganggap kalau ceker ayam tidak layak untuk dikonsumsi. Namun, sebagian besar masyarakat Indonesia malah banyak yang menggemarinya. Di Indonesia, ceker ayam malah menjadi sajian makanan yang umum dijumpai seperti yang diolah Warung Spesial Ceker Ayam Aneka Rasa.

Warung yang berlokasi di Jl Lingkar Barat GOR Sidoarjo, tepatnya di depan SMPN 1 Sidoarjo itu hampir tak pernah sepi penikmat ceker ayam. Warung sederhana ini dirintis Nanik sejak 2007. Sejak itu ceker ayam jadi makanan favorit dari Kota Udang. Setelah Nanik meninggal, usaha ini diambil alih oleh adik-adiknya. Kini warung milik Nanik alm telah tersebar di empat lokasi yaitu di Jl dr Soetomo samping Masjid Agung Sidoarjo, Perumahan Kahuripan Nirwana Blok N-9 dan Blok O-11, serta Perumahan Gading Fajar II.

Ceker Lapindo (4)Ceker Lapindo disajikan sebagai makanan semacam sup berkuah yang diolah dalam beberapa varian rasa atau bumbu. Agaknya, nama Lapindo ini mungkin diambil untuk mengibaratkan sensasi pedas dari ceker layaknya lumpur Lapindo yang meletup-letup. Bagi pecinta masakan pedas, Ceker Lapindo ini layak untuk dicoba. Beberapa varian bumbu seperti bumbu super pedas, mentega pedas, rica-rica, pepes, dan asem-asem memiliki tingkat kepedasan yang cukup tinggi sehingga cocok untuk para pecinta pedas.

Ceker Lapindo (2)Namun, bagi yang tidak suka pedas, ada varian bumbu yang tidak terlalu pedas seperti mentega, soto, asem manis, balado, sop, dan gule. Tinggal Anda mau pilih bumbu yang mana. Ceker yang disajikan telah diproses atau dimasak sampai matang hingga daging dan permukaannya lunak, sehingga tidak terlalu susah untuk dimakan. Masalah bumbu, juga jangan khawatir. Berbagai varian bumbunya tersebut meresap dengan baik dan menimbulkan rasa yang gurih.

Selain itu, di warung tersebut juga menyajikan olahan sayap dan kepala ayam. Satu porsi Ceker Lapindo dihargai Rp 13 ribu. Dalam satu porsi terdapat kurang lebih delapan ceker ayam. Kalau mau menikmati semangkok ceker dengan nasi, disediakan terpisah dengan harga Rp 3 ribu rupiah per porsi atau lontong seharga Rp 2 ribu setiapnya. Sebagai pilihan menu, terdapat aneka sate seperti sate usus, kerang, dan telur puyuh, masing-masing seharga Rp 2 ribu. Harga yang tidak terlalu menguras kantong.

Jadi, jika Anda sedang berada di Sidoarjo, tidak ada salahnya untuk mencoba Ceker Lapindo ini bukan? (naskah dan foto: Nurul Haryanto/hpy)