Bukit Jamur Mulai ‘Menjamur’

bukit-jamur-4 Sebagai pelaku bisnis pariwisata, kadang kami kalah cepat tentang info travelling dibanding tamu-tamu Padma Tour Organizer. Pernah tentang Omah Kecebong di Yogyakarta yang kami tahunya dari klien. Begitu pula Westlake yang ternyata selain restoran ada juga resortnya.

Yang begitu itu bikin kami malu, sekaligus merasa bodoh; kok pebisnis pariwisata malah nggak ngeh sih. Nah, supaya tidak kalah cepat lagi dengan tamu, kami berniat melakukan survei ke lokasi wisata yang satu ini, Bukit Jamur.

Padahal di internet ya sudah menjamur berita tentang lokasi wisata baru ini lho. Terrnyata letaknya nggak jauh-jauh amat dari Surabaya. Hanya di Gresik. Cukup ditempuh selama kurang lebih 1 jam dengan memakai jalur jalan tol, sampai deh.

Mulanya kami, tim Padma melakukan voting; mau ke Bukit Jaddih, Madura, atau ke Bukit Jamur. Hasil voting memilih Bukit Jamur. Akhirnya pada hari Minggu (kaya lagu Naik Delman sih) kami berempat plus dua krucil berangkat dari markas Padma sekitar pukul 10 pagi. Langsung naik tol dari Brebek, Surabaya josss keluar tol Manyar, Gresik.

Keluar tol kami melewati tiga jembatan. Jembatan terakhir yang dilalui adalah Jembatan Sembayat yang sedang dibangun. Di situlah letak Desa Bungah, lokasi Bukit Jamur. Nah, kalau di kiri jalan sudah menemukan SMP 1 Bungah, pelan-pelan ya.

Nanti di kanan jalan ada sport center namanya Tiga Putra. Nah, belok kiri deh. Ada jalan proyek pengerukan tebing di situ. Dari Surabaya, tak ada sedikit pun petunjuk arah. Tapi kalau dari arah Tuban ada petunjuk banner kecil menuju lokasi. Makanya, kami sempat kesasar lho.

bukit-jamur-3Lokasi Bukit Jamur ada di antara proyek penggalian dan pengerukan tebing kapur. Tak heran jika wilayah ini hanya boleh dikunjungi hari Minggu. Senin sampai Sabtu dilarang berkunjung karena lalu lintas proyek truk-truk besar hilir mudik.

Nah, di pintu masuk proyek ada petugas menyapa untuk menarik tiket masuk. Kami dikenai Rp 10 ribu untuk satu mobil. Murah ya? Dari situ, petugas memberi petunjuk ke mana arah harus dituju. Dari pintu masuk proyek tujulah arah kiri, kemudian ke kanan, dan ke kanan lagi. Terlihatlah aneka bebatuan alam berbentuk jamur raksasa.

bukit-jamur-2Jalanan menuju lokasi cukup oke untuk dilalui kendaraan semisal Elf atau Hiace. Kebetulan saat kami berkunjung suasana mendung, sehingga kami merasa nyaman. Bahkan kami bisa melakukan piknik beneran dengan membuka bekal di mobil dan makan bersama-sama.

Keunikan Bukit Jamur ini memang beda. Bentuknya serupa jamur sungguhan. Selain sebagai wisata, sangat cocok dijadikan lokasi prewed atau syuting video klip.  Sayang, kami tidak tahu ke mana harus bertanya, mengapa dan bagaimana asal-usulnya, hingga terbentuk bebatuan berbentuk jamur ini.

Kalau ditilik teksturnya sih, sepertinya ini bukan sekadar efek samping kerukan tebing kapur, melainkan proses alam turut membentuknya. Lumayan, rekreasi kecil ini dapat dijadikan alternatif wisata bagi penduduk Kota Surabaya. Sori, karena foto-fotonya menggunakan HP mungkin hasilnya tak sehebat harapan.  (teks dan foto: Wina Bojonegoro/editor: Heti Palestina Yunani)