Buddha Empat Wajah; Gerbang Nirwana di Tepi Pantai

four-faced-buddha-6Saya bukan mall-aholic, jadi pilihan saya ketika pelesir ke Surabaya adalah menjelajahi situs-situs bersejarah, museum, toko buku, berwisata kuliner atau sekadar mengunjungi tempat-tempat peribadatan. Seperti yang saya lakukan di akhir pekan lalu, saya memilih untuk kembali terasing dari hiruk-pikuk kota. Saya memilih untuk pergi ke wilayah Kenjeran, tepatnya di Kenjeran Park (Ken Park), tempat di mana Patung Buddha Empat Wajah atau yang lebih dikenal sebagai Four Faced Buddha Monument berada.

four-faced-buddha-4Pantai Ria Kenjeran sebenarnya pantai yang lebih populer di kalangan anak muda Surabaya. Jadi tidak sulit bagi saya, yang pelancong ini, menemukan lokasinya. Atau tepatnya, Ken Park hanya berjarak 9 kilometer dari pusat Kota Surabaya atau sekitar 15 menit perjalanan tanpa macet dari Tugu Pahlawan. Sedikit bercerita, Patung Buddha Empat Wajah ini dibangun pada Juli 2003 di atas lahan seluas 1,5 hektar.

Bangunan utama patung berukuran 9 meter persegi dengan tinggi (termasuk kubah) 36 meter. Saat diresmikan pada 9 Nopember 2004, patung yang konon menelan dana Rp 4 miliar itu itu juga mencatatkan dirinya sebagai patung tertinggi di Indonesia, versi Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Uniknya keseluruhan bangunan patung ini dilapisi dengan emas murni yang kabarnya juga langsung diimpor dari Thailand. Seperti namanya, Four Faced Buddha Monument menggambarkan Sang Hyang Buddha yang tengah duduk di atas tahtanya.

four-faced-buddha-7Ia memiliki empat wajah yang masing-masing menghadap ke arah empat arah mata angin yang berbeda, serta delapan tangan yang tujuh di antaranya memegang benda-benda suci yang melambangkan kekuatan Sang Buddha. Keempat wajah Buddha yang diinterpretasikan dalam patung tersebut mengandung filosofi empat sifat Buddha: pengasih, murah hati, adil, serta Buddha yang tengah bermeditasi.

four-faced-buddha-1Sedangkan benda-benda suci yang dipegang oleh ketujuh tangannya adalah tasbih, teratai, kerang, kitab suci, tongkat, cakram dan cupu berisi air suci berarti rejeki. Satu tangannya lagi tidak memegang apa pun, tapi menangkup di dada yang melambangkan kerendahhatian atau keikhlasan. Bentik ini mirip dengan replika patung sejenis di Thailand.

Di sana, patung di dalam gedung bangunan Grand Hyatt Erawan Hotel (tepatnya di persimpangan Ratchaprasong, Ratchadamri Road, Pathum Wan District, Bangkok) itu lebih dikenal dengan nama Erawan Shrine. Menurut sejarahnya, lokasi Erawan Shrine berada saat ini, dulunya adalah bangunan hotel pemerintah, bernama Erawan Hotel. Erawan Shrine didirikan pada 1956 oleh pemerintah Thailand untuk menangkal karma jahat yang disebabkan kesalahan tanggal peletakan batu pertama pondasi bangunan.

four-faced-buddha-3Dan benar, percaya tak percaya pendirian hotel pemerintah itu diwarnai aksi korup beberapa pejabatnya, pekerjaan bangunan yang tak selesai-selesai, beberapa kecelakaan kerja, hingga hilangnya sekontainer keramik Itali yang rencananya akan dipakai untuk lantai gedung, serta hal-hal buruk lainnya. Dulu Ratchaprasong digunakan sebagai tempat untuk menunjukkan para kriminal di depan publik sebelum mereka dipancung atau hukuman terhadap kejahatan berat lainnya.

Selain di Indonesia, replika dari Phra Phorom Shrine atau Erawan Shrine ini juga ada di salah satu hotel dan casino di Las Vegas dan Liwan Lake Park di Guangzhou, China. Setelah berkeliling, saya baru menyadari bahwa keseluruhan ukuran patung-patung ini mengandung angka 9 atau kelipatannya. Seperti panjang sisi-sisi alas dan tingginya.

Boleh jadi ini karena angka sembilan tersebut dipercaya sebagai angka tunggal tertinggi sekaligus sebagai lambang kesempurnaan. Tak cukup mengunjungi Four Faced Buddha, untuk lebih menuntaskan dahaga dan penasaran, di Ken Park ini saya juga mengunjungi lokasi Patung Dewi Kwan Im di Klenteng Sanggar Agung.

Tempatnya, tak jauh dari lokasi patung.  four-faced-buddha-10Patung Dewi Kwan Im sendiri punya sejarah unik. Konon, patung ini dibuat setelah salah seorang karyawan klenteng melihat sosok seorang perempuan bergaun putih berjalan di atas air saat ia bersiap menutup klenteng di malam hari. Maka pengelola klenteng meyakini sosok perempuan itu sebagai penampakan Sang Dewi.

Tinggi patung Dewi Kwan Im tersebut adalah 18 meter. Patung Sang Dewi sendiri diapit oleh patung sepasang dewa pengawal yaitu Shan Nan dan Tong Nu, serta Empat Maharaja Langit. Di bawah patung Sang Dewi, dibangun Gerbang Langit yang dijaga oleh sepasang Naga Surgawi. Konon, tinggi patung sepasang naga tersebut mencapai enam meter. four-faced-buddha-8

Karena berlokasi dekat laut, Klenteng Sanggar Agung juga biasa dipakai oleh mereka yang ingin menziarahi leluhurnya yang telah tiada, terutama yang dikremasi. Sebab, abu leluhur yang telah dikremasi biasanya ditabur ke laut lepas, dengan tujuan agar arwah yang telah lepas dari jasad itu bisa menuju tempat-tempat yang belum pernah mereka datangi semasa hidup, sebelum naik ke nirwana. (naskah dan foto: Stebby Julionatan/Heti Palestina Yunani)