Belum Kenal, Jabat Tangan Sudah Cukup

Jejak Suku Indian di Arizona, Amerika Serikat (2)

Cara termudah untuk mempelajari Suku Indian ini adalah dengan mengunjungi Heard Museum. Museum yang ada sejak tahun 1929 ini terletak di jantung Kota Scottsdale dan bertujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan dan sejarah suku Indian.

Walaupun didirikan bukan oleh suku Indian, namu koleksi yang terpajang di dalamnya mampu mewakilkan sejarah, barang peninggalan hingga hasil karya Suku Indian yang mempunyai nilai tinggi. Di sini juga terdapat souvenir shop di mana mereka hanya menjual hasil karya Suku Indian yang asli. Jadi tidak perlu takut membeli jika ingin membeli Dreamcatcher maupun batu turquoise.arizona-koleksi batu turquoise di heard museum

Seperti halnya di Indonesia, Suku Indian saat ini sedang berusaha melawan kepunahan tradisi, bahasa dan budaya mereka. Apalagi di zaman modern ini, di mana kemungkinan anak muda yang cenderung lebih menyukai budaya asing dibanding budaya mereka sendiri. Oleh karena itu, diadakanlah Pow Wow yang berarti acara reuniannya Suku Indian. Mereka merayakannya dengan kompetisi tari dan musik.arizona-pow wow

Sayangnya even ini terkesan tertutup. Tidak ada promosi besar-besaran yang dilakukan. Padahal bagi turis seperti saya, acara ini sangat menarik untuk disaksikan. Warna warni kostum mereka yang meriah lengkap dengan bulu bulu serta cat di tubuh mereka serasa menghipnotis untuk melihatnya. Di sini juga dijual makanan khas Suku Indian seperti fry bread.

arizona-fry breadDari namanya, mungkin sudah dapat ditebak kalau fry bread adalah semacam adonan tepung lebar yang digoreng. Yang khas, setelah itu ditaburi sayur serta potongan daging. Fry bread dapat kadang dimakan sebagai makanan ringan dengan menaburinya tepung gula dan madu. Yummy!

Suku Indian memiliki stereotype di mana mereka kurang terbuka dengan orang asing. Dengan berada di festival ini saya ingin langsung membuktikan anggapan tersebut. Caranya saya mengajak salah satu dari mereka untuk berfoto. Apalagi mereka sedang berpakaian dalam pakaian khas mereka yang sangat unik. Setelah ditolak duaarizona-lukisan suku indian kali, akhirnya saya berhasil, tercapai juga impian saya berfoto dengan Suku Indian asli.

Saya jadi ingat profesor saya, yang pernah cerita bahwa Suku Indian mempunyai kepercayaan bahwa banyaknya eye-contact adalah sesuatu yang tidak baik. Mereka juga diajar untuk tidak terlalu banyak bicara, berisik terutama kepada orang yang tidak dikenal. Mereka juga bukan tipikal suku yang mengumbar kontak fisik. Jika belum kenal, jabat tangan ringan sudah cukup. (teks dan foto: Lenny/editor: Heti Palestina Yunani/habis)