Belajar dari Empat Pilar Pertama

Love, Art and Journey Membangun Padma (12)

Ibarat mendirikan bangunan, maka Padma Tour Organizer membutuhkan pilar agar bangunan atau pondasi yang terbangun kokoh, tahan lama, tahan guncangan, dan enak dihuni. Pilar itu sangat fundamental, sangat kami perhatikan dan perhitungkan. Sebab pilar itulah yang akhirnya mempengaruhi segala perolehan dan pencapaian Padma Tour Organizer.

Pilar itu kami ingat dari empat pelanggan pertama Padma Tour Organizer. Momentum pelanggan pertama itu penting untuk dicatat. Selain sebagai upaya trial and error, nilai yang lahir dari pelayanan ini bisa menular atau tidak kepada potensial customer. Saya beruntung sebab empat pelanggan pertama saya adalah lembaga-lembaga besar yang akhirnya bisa menjadi viral marketing bagi kami.

Telkom Indonesia. Dalam hal ini adalah kawan- kawan satu ruangan yang memberi kami dua event sekaligus justru di saat kami belum menjadi sesuatu. Pertama adalah perjalanan ke Yogyakarta yang saya ceritakan di seri ke-9 tulisan ini. Kemudian event in house launching system kerja yang memaksa kami harus memindahkan sebuah resto mewah di Surabaya, dapur dan peralatan sajinya diboyong ke Telkom.

Dari dua event ini kami belajar banyak hal, antara lain: mengelola event outbond dan inbound. Keduanya memiliki sensasi berbeda, keterampilan berbeda juga tantangan yang berbeda pula. Pada keduanya menghasilkan beberapa prinsip traveling dan event organizer yang akan saya bahas dalam bab berbeda.

Lalu BMPD Kaltim. Jika saja kami tidak menerima order yang ini, mungkin Padma Tour Organizer tidak akan dikenal sama sekali di Kalimantan Timur. Barangkali faktor nasib pun turut berperan dalam catatan perjalanan ini. Bagaimana tidak? Peserta grup jalan-jalan ke Bromo ini adalah para kepala cabang bank seluruh Kalimantan Timur.

Dari event inilah kemudian nama kami direkomendasikan dari mulut ke mulut. Beberapa bank yang kemudian menggunakan jasa kami berkat promosi klien kami adalah Bank Indonesia, BNI Syariah, Bank Mandiri, Bank BTN, BPR BPD, Bank Ekonomi, Bank Kaltim, dan Bank Commentwealth.

Yang berikutnya adalah Bank Indonesia, khususnya Bank Indonesia Kaltim. Sebagai koordinator perbankan, tentunya Bank Indonesia menjadi semacam barometer bagi bank lain dalam banyak hal, salah satunya adalah urusan jalan-jalan. Bahkan, bermula dariĀ  acara family gathering merambat menjadi banyak acara lain misalnya: Forum Kasir, Forum Kliring bahkan sampai RUPS Bank Kaltim.

Semen Indonesia. Meski tidak sebanyak Telkom dan Bank Indonesia, Semen Gresik cukup banyak memberikan order kepada kami. Kesetiaan Semen Indonesia sejak masih bernama Semen Gresik ini menjadi pilar penting karena kemudian banyak wartawan yang menjadi peserta media gathering mengenal nama Padma Tour Organizer. Bahkan beberapa kali kami mendapat order lain, serta peliputan yang nilainya tidak dapat disebut dengan rupiah. (naskah dan foto: Wina Bojonegoro/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)