Begini Lho Traveling Ala Profesor Itu!

profesor (8)Wise man travels. Itulah pepatah yang selalu diingat Prof Lizar Alfansi SE MBA PhD. Kala dulu sebelum sering bepergian, guru besar dalam Bidang Manajemen Pemasaran  di Universitas Bengkulu ini menganggap Indonesia adalah negeri yang terindah, surga pariwisata. Seng ada lawan!

Ia ingat, ketika pertama kali menikmati volcano di Bukit Kaba Curup saat kelas tiga SMP, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bengkulu ini begitu terpesona dengan keajaiban alamnya. Perasaan takjub juga muncul ketika pertama kali melihat laut dan bermain di pasir putih Pantai Panjang Bengkulu.

Lelaki Gemini ini makin terkesima akut ketika melihat keindahan Ngarai Sihanok. Ia pula terkesan dengan kecanggihan arsitektur Borubudur. Gumamnya; betapa luar biasanya nenek moyang kita melahirkan karya seni sekaligus pemujaan terhadap Sang pencipta. Cukup? Belum!

Seiring perjalanan waktu, sensasi yang didapat saat bepergian pun berbeda. Mengalami kenaikan skala. Gegar perilaku terjadi ketika ayah tiga anak gadis ini, pertama kali melihat salju di Boulder Colorado, ia berlari di taman penuh salju seperti anak kecil yang dihujani lolipop.

profesor (4)Keajaiban Grand Canyon dan Rocky Mountains menunjukkan betapa kecilnya manusia di hadapan sang pencipta. Eidenburgh di Scotland menyajikan historical sites yang luar biasa. Menatap laut senja di Land End, belahan selatan Inggris, memberikan suasana romantis yang sama dengan menanti sunset di padang pasir Dubai.

Perasaan takjub yang sama juga dialami pria peraih PhD dalam bidang Marketing dari University of Exeter, ketika mendaki Tembok Raksasa di China. Perasaan takjub seolah merasakan teater dunia sesungguhnya, pun dialami ketika menikmati musik jazz di Bourbon Street, New Orleans, Lousiana, US.

profesor (10)Lizar Alfansi juga menikmati historical sites di Macau, Hong Kong, negeri yang sering disebut sebagai tempat pertemuan dua peradaban Asia dan Barat. Kekayaan pikir dan pengembangan sikap selalu bertambah saat ia melangkah lebih jauh dari kampung halaman.

Bahkan fantasi pun turut terolah, misalnya saat menikmati keindahan arsitektur Hagia Sofia yang pernah menjadi gereja, masjid, dan sekarang museum. Ia seperti hadir dan terlibat dalam sebuah kegiatan filmografi menyusuri jejak sejarah dari peninggalan tiga peradaban besar Roma, Bizantin, dan Ottaman Turkey di Istambul.

Betapa traveling memberikan pengayaan pikir dan perasaan luar biasa bagi seorang profesor muda yang rajin menulis artikel ini. Untuk PADMagz, peraih penghargaan ‘Book of the Month’ majalah Marketing, Maret 2011 ini, ia ingin berbagi beberapa catatan penting tentang traveling. Apa itu?profesor (2)

  1. Negeri kita indah, tetapi negeri lain juga cantik. Hanya keindahan dan kecantikannya berbeda, karena dikelola lebih sadar lingkungan, lebih ramah dan lebih manusiawi.
  2. Lizar yang beruntung pernah mengunjungi 14 negara berbeda di empat benua, sangat menikmati berbagai kuliner dari tiap wilayah yang berbeda. Tak boleh dipungkiri bahwa kuliner adalah salah satu faktor utama daya tarik wisata sebuah wilayah bahkan negara. Tak pelak, acara kuliner menjadi komoditi tersendiri di berbagai televisi. Maka hal penting kedua setelah memanjakan mata kita, manjakan juga lidah kita dengan aneka kuliner setempat.
  3. Jika Anda punya kesempatan, jalanlah sejak usia muda. Traveling akan membuka wawasan kita. Membuat kita lebih berempati terhadap perbedaan budaya dan secara emosional kita akan lebih cepat matang.
  4. Untuk anak-anak muda, segera buat passport dan mulai berjalan ke negara tetangga. Hunting tiket promo segera. Biaya perjalanan ke negara tetangga seringkali lebih murah daripada biaya perjalanan domestik. Bukan mengajarkan tak cinta negeri sendiri, tetapi berjalan ke luar negeri akan membuat Anda makin ingin menjelajah semua tempat termasuk negeri Anda sendiri.profesor (1)
  5. Trust me!! Sekali Anda menginjak negeri asing, Anda enggan berhenti dan akan bergairah menemukan jalan untuk terus bepergian ke berbagai belahan bumi. Dunia akan menjadi borderless, tanpa batas. Suatu saat Anda akan menjadi warga global.

Wow. Lima hal ini saja membuat Anda pasti mulai terusik untuk juga menemukan catatan yang berbeda dalam jejak traveling Anda. Sebagai penutup, PADMagz menanyakan hal penting kepada peraih ‘The Best Academic Working Paper Award’ at The Academy of Marketing Conference in 1998, Sheffield, UK ini;

Destinasi impian mana yang saat ini belum terpenuhi oleh Pak Profesor? Jawabnya; Afrika!! Karena Afrika (bagian utara) banyak menyimpan kehebatan salah satu civilisasi tertua di dunia. Jadi, buat kamu yang masih muda atau yang (merasa) muda, traveling lah segera, sebelum menyesal saat usia benar-benar memenjara kaki kita. (naskah: Wina Bojonegoro/foto: Lizar Alfansi/Heti Palestina Yunani)