Bawas Seleksi Calon Dua Direktur KBS

Sebentar lagi, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) akan memiliki dua direktur baru. Setelah lamaran posisi dua direktur itu ditutup pada 15 Februari mendatang, Badan Pengawas (Bawas) PDTS KBS kini tengah bekerja keras untuk mendapatkan pengganti dua direkturnya.

Pertama Direktur Operasional dan Umum (Dirop) yang dipegang Aschta Nita Boestani Tajudin yang mengundurkan diri terhitung per Januari 2017 dan Direktur Keuangan dan SDM (Dirkeu) Fuad Hassan habis masa jabatannya per 17 Maret 2017. Karena itu, untuk melengkapi kepemimpinan Dirut Chairul Anwar, Bawas harus bekerja cepat melakukan proses rekrutmen Dirop dan Dirkeu.

Standarisasi untuk dua direktur ini ditetapkan tinggi oleh Bawas. Ini agar Bawas yang menangani rekrutmen bisa mendapatkan profil yang sesuai harapan. Ditegaskan Ketua Bawas Heri Purwanto, PDTS KBS membutuhkan direktur yang memiliki kriteria khusus. Seperti ketahui, di antara tiga fungsi KBS sebagai sarana konservasi, edukasi dan rekreasi, fungsi konservasilah yang paling utama yang harus dijaga KBS.

Sehingga dua direktur baru yang dicari Bawas lebih diutamakan yang memiliki latar belakang atau pengetahuan atau pengalaman bekerja di bidang konservasi. Syarat itu utamanya untuk posisi dirop. Secara umum kriteria dua direktur itu berpendidikan minimal sarjana S1. Namun untuk dirop yang diutamakan adalah bisa dari sarjana Kedokteran Hewan, Kesehatan Masyarakat, Kehutanan atau yang menguasai bidang konservasi.

“Sementara untuk Direktur Keuangan diutamakan dari sarjana ekonomi. Persyaratan umum untuk dua direktur itu adalah mereka yang berusia minimal 40 tahun, maksimal 54 tahun. Pendidikan minimal sarjana S1,” kata Sekretaris Bawas Sila Tumiyanto di Sekretariat KBS saat memberikan keterangan pers terkait rekrutmen. (naskah dan foto: Wina Bojonegoro/hpy)