Awas Jangan Sampai Overweight 110 Kilogram!

Sukses Membuang  Stress di Bario Highlands (2)

bario2-Arlyn (malaysia)Jika ingin menghemat waktu sampai ke Bario, Sarawak, Malaysia, kita dapat menggunakan pesawat udara dengan beberapa jalur. Bisa dari Jakarta-Kuala Lumpur-Miri-Bario, Jakarta-Bandar Sri Begawan-Miri-Bario atau Jakarta-Pontianak-Kuching-Miri-Bario.

Dari sini kita dapat menghitung dan merencanakan pengeluaran sehingga bisa memilih menggunakan transportasi seperti apa. Pesawat yang beroperasi melayani penerbangan menuju ke Bario adalah MAS Wings, sebuah anak perusahaan Malaysia Airlines. Bisa juga menggunakan penerbangan campuran dengan Air Asia dan Garuda Indonesia.

bario2-keluar dari pesawatUntuk jalur darat banyak sekali bus yang melayani jalur ini. Baik yang berangkat dari Pontianak-Miri-Kuching-Miri atau Bandar Sri Begawan-Miri. Seperti Damri, Sri Merah dan Tebakang Ekspress. Tapi ingat, jalan masuk menuju Bario adalah Miri

bario2-bahagia sampai di BarioSaya sendiri memilih  menggunakan pesawat dari Pontianak menuju Kuching dan kemudian dilanjutkan menuju Miri dan keesokan harinya menuju Bario. Semua penerbangan saya lakukan dengan satu maskapai penerbangan.

Penerbangan Mulu-Bario dilayani sebanyak 3x sehari. Pesawat yang digunakan untuk penerbangan ke Bario biasanya berjenis DHC6-300 dengan 2 baling-baling dan memuat 19 orang penumpang saja. Hanya inilah satu-satunya moda transportasi yang bisa menghubungkan banyak wilayah di dataran tinggi Bario.

Apalagi Malaysia sedang gencar-gencarnya mempromosikan wilayah ini sebagai lokasi wisata dataran tinggi yang masih alami yang menarik bagi wisatawan asing. Sebelum pukul 09.00 saya sudah berada di Bandara Mulu. Di konter check in itulah saya bertemu dengan teman-teman dari 3 negara yang melakukan petualangan sama ke Bario.

Penerbangan ini tak seperti umumnya karena dibatasi hanya 110 kilogram setiap penumpang. Itu sudah termasuk dengan berat badan kita lho. Jadi sewaktu naik ke pesawat kita harus menaiki timbangan bersama dengan barang bawaan. Biasanya petugas timbang akan berteriak membacakan jumlah timbangan ke petugas di meja konter.

Terkadang ini membuat beberapa penumpang wanita bermuka merah jika ketahuan overweight. Tahu kan, wanita selalu terlalu sensitif untuk diketahui berat badannya, hahaha. Usai proses check in selesai, saya masuk ke ruang tunggu untuk menunggu keberangkatan pukul 11.00.

bario2-Arlyn (KL) dan oil (bangkok)Sambil menunggu, saya sempatkan minum kopi pagi di bandara bersama dengan teman-teman yang bersama-sama melakukan petualangan di Bario, di antaranya Arlyn (Malaysia) dan Oil (Thailand). Saat itu cuaca agak mendung dan gerimis. Hal itu membuat penerbangan sempat ditunda beberapa waktu.

Maklum, pesawat yang akan membawa saya tergolong kecil dan itu sangat rentan terkena turbulensi. Tapi syukur, pesawat akhirnya mendapat izin terbang. Semua penumpang akhirnya berjalan menuju pesawat berjalan kaki menyusuri pinggiran bandara.

bario2-suasana dalam pesawatMeski kecil, penumpang duduk sesuai dengan nomor kursi. Sembari bergerak mempersiapkan landasan pacu, mempersiapkan perlepasan, pilot memberikan langsung informasi keselamatan dan diminta untuk mematikan semua alat komunikasi.

Saat itulah, baling-baling pesawat mulai meraung kencang dan pesawat bergerak cepat untuk lepas landas. Saya bersandar santai ke kursi menikmati perjalanan. Dari informasi pilot, pesawat akan melakukan perjalanan selama 45 menit menuju Bario.

Awalnya cuaca sedikit gerimis namun setelah berada di ketinggian cuaca menjadi sangat cerah. Awan berarak membiru, sementara di bagian bawah masih terlihat kawasan hijau dan aliran sungai. Saya coba menikmati perjalanan itu hingga akhirnya mendarat mulus di bandara kecil di Bario.

bario2-pemandangan atas pesawat Terbang dengan pesawat kecil ada enaknya. Sebab dengan ketinggian yang rendah membuat mata saya dimanjakan betul dengan pemandangan hutan hujan dengan kanopi yang terlihat menghijau. Beberapa lekukan sungai juga terlihat seperti liukan ular yang panjang.

Beberapa jalan mobil pengangkut kayu hasil hutan juga meliuk-liuk di sela-sela hutan yang lebat. Suara ribut dari mesin pesawat juga menjadi hiburan selama penerbangan. Saking kerasnya, penumpang harus bicara dengan suara kencang agar mudah terdengar.

bario2-penduduk lokal dalam pesawat Bersama saya, ada penumpang dari berbagai negara. Ada yang terlihat asyik menikmati pemandangan ada pula yang terlihat memejamkan mata sembari berdoa dengan wajah kuatir. Di depan saya terlihat pasangan berambut pirang lebih memilih saling menyandarkan kepala. Sementara penduduk lokal terlihat tidur dengan nyenyak.

bario2-pilot pesawat Jika kita duduk di bangku paling depan, bisa terlihat kokpit dan kalau pilot dan kopilotnya yang ramah. Mereka akan dengan senang hari diajak berbincang dan menunjukkan hal yang menarik selama penerbangan.

Hal yang perlu diingat, cuaca di daerah seperti ini bisa berubah dengan drastis. Jika dalam perjalanan tiba-tiba cuaca memburuk maka pesawat dipastikan kembali ke bandara. Jika cuaca memburuk sebelum keberangkatan bisa jadi penerbangan dibatalkan dan anggap saja Anda belum beruntung. Dan saya beruntung! (teks dan foto: Dony Prayudi/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)