Assoy Geboy Nge-trip Biar Happy

 assoy geboy (3)Komunitas jalan-jalan yang satu ini memang unik. Anggotanya tak lebih 10 orang, 9 perempuan 1 lelaki. Mayoritas tinggal di Jakarta, hanya 1 orang dari Surabaya. Lalu apa menariknya? Ini keunikannya. Mereka dipertemukan oleh hobi yang sama; traveling. Mereka semua juga bukan teman sekantor, bukan famili, tetangga, apalagi alumni. Mereka dipertemukan lewat mailing list Backpaker.

Pada tahun 2005, ketika salah seorang melemparkan gagasan mengunjungi Pulau Sempu, anggota milis tersebut saling merespon. Beberapa orang kemudian menyatakan tertarik untuk bergabung, lalu saling memberikan nomor telepon masing-masing dan berdiskusi terpisah dari grup milis. Tak berapa lama mereka berjanji kopi darat, membahas detil acara, dan jalan. Sesederhana itu. assoy geboy (1)

Setelah trip pertama itu, mereka segera menetapkan tujuan selanjutnya: Garut dan sekitarnya. Pada trip inilah, anggota bertambah menjadi 10 orang. Semuanya dari perusahaan yang berbeda, dan tidak saling kenal sebelumnya. Sehingga pada saat nge-trip itulah mereka saling mengenal satu sama lain.

assoy geboy (2)Nama Assoy Gebboy ditasbihkan sebagai nama komunitas karena range usia anggotanya yang sangat beragam. Mulai dari 20-an sampai kepala 4. Meski berbeda usia, namun mereka tetap seiya sekata dalam urusan jalan-jalan. Motto mereka adalah ‘Enak nggak enak, yang penting happy!’

Anggota Assoy Gebboy yang terdiri dari Emmi Gandasasmita, Wina Bojonegoro, Leny, Selly, Erin, Santi, Depil, Nur, Puri, Krisma, dan Vera ini memiliki agenda nge-trip minimal setahun sekali. Beberapa trip yang pernah mereka lakukan antara lain: Kuching-Malaysia, Pulau Peucang, Pulau Komodo,  Derawan, Karimun dll.

Destinasi dan jenis perjalanan mereka pun beragam. Mulai dari trip ecek-ecek dan sekadar berwisata kuliner hingga diving yang sangat menantang. Setelah even terbaru yaitu berlibur di Puncak selama tiga hari, selanjutnya mereka diving dan snorkeling di Kepulauan Seribu pada April 2016, serta adventuring ke Flores pada Mei 2016.

Uniknya, komunitas ini sengaja tidak memiliki ketua. Karena mereka sepakat bahwa setiap ide bisa timbul dari siapa saja dan dari mana saja. Namun agar komunitas berjalan asyik, mereka hanya menunjuk seorang tour leader (TL) secara bergantian saat akan nge-trip bareng. Tugas TL adalah membuat itinerary dalam sebuah rencana trip.

assoy geboy1Saat itulah ditunjuk seorang bendahara yang bakal menjadi tukang tagih dan tukang bayar setiap pengeluaran. Kadang tidak selalu seluruh anggota bisa pergi bersama. Namun menetapkan standar minimal keikutsertaan dalam setiap perjalanan, yaitu 4 orang.  Jika kurang dari 4 orang, maka trip bisa batal. Hal ini demi meminimkan bajet akomodasi.

Tak terasa komunitas ini sudah berusia 9 tahun hingga tahun 2014 ini. Kecocokan dalam berteman membuat mereka awet dan tetap kompak hingga sekarang. Malah kini hubungan mereka justru seperti keluarga. Prinsip mereka adalah ‘trust n fun. Asoy pokoknya! (naskah dan foto: Wina Bojonegoro/editor: Heti Palestina Yunani)