6 Yang Menyehatkan Pascapuasa dan Saat Lebaran

Lebaran bagi sebagian orang berarti juga leba perut karena semua makanan seolah ingin dimasukkan. Apalagi ketika sampai di kampung halaman saat mudik, segala hidangan yang lama tak dijumpai dan hanya khas ada di saat Lebaran, tersaji. Tak sadar, semua makanan yang serba enak, gurih, dan manis disantap tanpa pikir panjang pengaruhnya bagi kesehatan. Sebut saja ketupat dengan gulai, opor, rendang, pasti menjadi menu favorit setiap keluarga di Hari Lebaran. Belum lagi kue kering seperti kastangel, nastar, brownies, cake, lapis legit, dan tiramisu yang sangat menggugah selera untuk dicicipi.

Padahal hidangan Lebaran yang semacam itu banyak mengandung protein, lemak, dan gula. Kalau kita lepas kontrol atau lupa diri tentunya akan membawa dampak yang tidak baik bagi tubuh kita di antaranya kegemukan, tekanan darah tinggi dan naiknya kadar kolesterol dalam darah. Berikut ini PADMagz memberikan beberapa pertimbangan agar pasca puasa kita tetap sehat, dan menjalani Lebaran yang suasananya hampir berlangsung seminggu itu, dengan tetap bugar.

1 Adaptasi Perubahan Pola Makan
Atur makanan dan minuman yang masuk setelah organ pencernaan kita diistirahatkan sebulan karena puasa. Sebab tubuh memerlukan waktu penyesuaian untuk menerima perubahan pola makan kita. Proses adaptasi ini tentu harus dilakukan secara bertahap dengan secara berangsur-angsur mengubah pola dan porsi makan. Porsi makan yang terlalu banyak dan mendadak akan berefek buruk bagi tubuh. Selain dapat membuat tubuh menjadi cepat melar, perubahan porsi yang banyak dan mendadak tersebut ternyata juga dapat mengakibatkan diare karena timbulnya luka pada saluran pencernaan.

Pengaturan pola makan kita amat penting peranannya dalam rangka mencegah naiknya kembali bobot tubuh secara drastis. Setelah berpuasa biasanya perut sudah terbiasa dengan porsi makan yang kecil. Sebaiknya untuk adaptasi kita atur pola makan kita dari yang tadinya 3 x 1 porsi sehari menjadi 6 x 1/2 porsi sehari karena bagaimanapun yang terbaik adalah makan dalam jumlah yang sedikit tetapi dengan intensitas yang sering supaya lambung kita tidak kaget karena adanya perubahan yang mendadak.

2 Imbangi dengan Vitamin dan Serat
Dampak lain yang ditimbulkan akibat pola makan berlebihan saat Lebaran adalah banyaknya orang yang mengalami kekurangan asupan vitamin. Vitamin diperlukan oleh tubuh untuk mengatur serta melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Gejala yang tampak akibat kurang vitamin ini adalah selaput lendir mulut yang cenderung pecah-pecah dan kadang-kadang sampai terjadi gusi berdarah. Di samping itu makanan dengan kandungan lemak yang tinggi serta kurangnya aktivitasfisik juga sering menimbulkan keluhan sembelit.

Sumber terbaik dari vitamin dan serat alami adalah buah-buahan dan sayuran. Kedua macam bahan makanan inilah yang sering terlupa untuk dikonsumsi pada saat Lebaran. Tidak hanya itu saja, pada saat sekitar lebaran biasanya makanan yang kita konsumsi adalah makanan yang berulang kali dihangatkan sebelum dihidangkan. Adanya proses pemanasan yang berkali-kali tentu akan berakibat pada rusaknya zat-zat gizi yang terkandung pada makanan tersebut termasuk juga vitamin.

3 Variasi Hidangan
Buatlah variasi pada menu Lebaran yang kita hidangkan. Tidak ada salahnya jika kita mulai menyiapkan tumis kangkung, pecel ataupun lalapan sayur mentah sebagai pendamping dari hidangan-hidangan tradisional khas Lebaran. Juga jangan lupa untuk menyediakan buah-buahan segar sebagai pencuci mulut sebagai pengganti cake atau kue lain. Kita dapat pula mengganti minuman-minuman manis yang biasanya berasal dari sirup pabrikan (tentu mengandung bahan tambahan seperti zat pengawet dan pemanis buatan) dengan sari buah buatan sendiri. Tidak perlu harus mahal, cukup hidangkan air perasan jeruk baik hangat maupun dingin. Hal ini tentu akan memberikan nuansa lain di Lebaran kita selain juga lebih segar, alami dan bergizi.

4 Waspadai Bingkisan Lebaran
Jika menerima bingkisan Lebaran berupa makanan kaleng atau olahan, periksa baik-baik tanggal kedaluarsa dan kemasan makanan tersebut, jika kaleng pengemasnya rusak maka pastikan bahwa makanan tersebut tidak usah lagi dikonsumsi. Selalu panaskan kembali makanan sebelum dihidangkan baik itu makanan beku yang di-thawing ataupun makanan dalam kemasan kaleng untuk menghindari keracunan akibat mikroba.

5 Kurangi Makan dan Minum
Jangan menyantap banyak hidangan seperti balas dendam. Jika tergoda, boleh saja mencicipi secukupnya dengan porsi sedikit. Hindari makanan berkuah santan. Sebisa mungkin santap daging ayam tanpa kulit atau daging tanpa gajih atau lemak. Pilih makanan yang tidak digoreng. Ganti makanan yang biasa digoreng dengan dipanggang, di-steam, dikukus, direbus, atau dipepes. Begitu juga dengan minuman. Seharusnya soft drink, punch, sirup, atau milk shake jangan terlalu mendapat porsi lebih karena manis dan tentunya berkalori tinggi. Sebagai gantinya, santaplah buah potong segar dan manis tanpa gula. Atau agar-agar yang diolah tanpa gula berlebihan atau tanpa vla susu. Ganti vla dengan buah segar yang diblender.

6 Olah Raga
Agar tubuh kembali bugar, seimbangkan dengan olah raga di pagi atau sore hari. Cukup 30 menit saja untuk membakar kalori yang telah masuk ke dalam tubuh. Selain itu, olah raga juga sangat baik untuk kesehatan jantung dan menjaga berat badan. (hpy)