Diantar MV Baruna Menuju Sri Bintang Pura dari Punggur

Backpacker-an 7 Hari 7 Pelabuhan; Pelabuhan Sri Bintan Pura (6)

pelabuhan-sri-tanjung-gelam-1Tak menyangka ini sudah mau ke pelabuhan yang ke enam dalam agenda backpacker-an selama 7 hari ke 7 pelabuhan. Pelabuhannya ini tetap ada di Provinsi Kepulauan Riau tapi beda dengan yang kutuju sebelumnya dari Pelabuhan Sekupang, namanya Pelabuhan Sri Bintan Pura, di Kota Tanjungpinang.

Pelabuhan Sri Bintan Pura adalah pelabuhan nasional dan internasional yang berada di pantai barat Pulau Bintan. Pelabuhan ini menghubungkan Kota Tanjungpinang dengan pelabuhan-pelabuhan di sebelah utara (Pelabuhan Lobam dan Pelabuhan Bulang Linggi dengan kepulauan di sebelah barat, seperti Pelabuhan Tanjung Balai (Pulau Karimun), Pelabuhan Telaga Punggur di Pulau Batam, serta kepulauan di sebelah selatan seperti pulau Lingga dan Singkep.

Untuk pelayaran ke luar negeri, pelabuhan Sri Bintan Pura juga mempunyai jalur perhubungan ke Singapura (HarbourFront dan Tanah Merah) serta Malaysia (Stulang Laut). Beberapa jenis kapal yang mempunyai jalur pelayaran dari dan ke Pelabuhan Sri Bintan Pura antara lain adalah: kapal ferry Sentosa, kapal Merbau Era, dan lain-lain. Perahu motor pompong juga dipakai untuk menghubungkan kota ini dengan Pulau Penyengat yang jaraknya cukup dekat (10 sampai 15 menit). Tapi demi waktu, aku tak sempat ke sana.

pelabuhan-sri-2Untuk menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura, dari hotel di kawasan Nagoya, aku menggunakan ojek dengan membayar Rp 50 ribu ke arah Pelabuhan Telaga Punggur. Pelabuhan ini memang khusus ke arah Tanjungpinang. Tepat jam 8 pagi aku memesan tiket kapal cepat MV Baruna dengan tarif Rp 55 ribu.

Perjalanan ke Tanjungpinang ditempuh dalam waktu satu jam dari Telaga Punggur. Tanjungpinang sendiri termasuk dalam Pulau Bintan, terbesar ke dua setelah Batam dalam wilayah Provinsi Kepri. Namun ada tempat eksotik di daerah Tanjung Uban bisa dilalui melalui darat atau laut, Tempat ini jadi favorit wisatawan asing dari Malaysia dan Singapura.

tanjung-ubanBisa dibilang Tanjung Uban bagai Bahamanya Kepri. Sebab di sini banyak resort dan lapangan golf dan dibilang tempat wisata high class. Kotanya sendiri kecil tapi nyaman di pinggir pantai. Atau kalau sempat mampirlah ke Pulau Penyengat. Jika berkunjung ke Pulau Penyengat, Anda akan mendapati sejarah mengenai Kesultanan Johor Riau yang pernah berkuasa di sini.

Hingga saat ini masih bisa terlihat bangunan-bangunan sisa peninggalan kesultanan tersebut seperti Masjid Sultan Riau yang konon dibangun menggunakan telur sebagai perekat. Selain itu ada Perigi Puteri yang merupakan tempat pemandian bagi kaum perempuan pada masanya, ada juga Gudang Mesiu. Di Batam  Kebetulan ada teman di sini jadi aku dapat gratis menginap semalam. Selanjutnya aku besok lanjut ke Pelabuhan Sri Tanjung Gelam di Kota Tanjung Balai Karimun. (naskah dan foto: Ferry Fansuri/editor: Heti Palestina Yunani/bersambung)