Rasa Enak, Harga Teman di Warung Bu Ageng

Ngikut Didi Domba (Doyan Mbadog) Berburu Kuliner Yogya (2)

bu-ageng-2Awalnya Didi Domba pengen ke Warung Bu Ageng buat foto di dindingnya yang dipenuhi foto tokoh-tokoh. Gak berani makan di sini, takutnya mahal. Lha wong yang punya itu orang terkenal, seniman Butet Kertaradjasa. Eh, lha kok pas lihat daftar menu kok ternyata harganya manusiawi. Paling mahal itu cuma nasi campur pakai lauk macem-macem, ya gak sampai berpuluh-puluh ribu.oke-bu-ageng

Berhubung Didi Domba pengen semua, ya dicobain semua. Dari baceman kambing, semur lidah, paru bumbu ketumbar, eyem penggeng alias ayam panggang. Minumnya setup jambu, sambil incip-incip teh rempah sama sari tomat yang dipesan teman. Penutupnya durian mlekoh, yaitu roti tawar dipotong kotak yang direndam ke kolak durian.

Mbooookkk, ini makanan penutup surgawi. Belum lagi tadi sempat ngutil pisang goreng kayu manis dari meja sebelah. Enak pisan. Wes, untuk semua menu di Warung Bu Ageng dapat bintang lima juga deh. Rasanya enak, harganya ya harga teman. Ciammiiikk sorroooo.erupsi-7

Paginya Didi Domba sarapan Gudeg Widjilan. Itu sudah biasa. Lha kalau ingin makan siang gudeg di tempat yang nuansanya rumahan ya di Pendopo Dhahar Mbak Lies. Potongan ayamnya besar, telurnya utuh. Lha tapi kok sambel kreceknya nggak pakai lombok? Waduh, ini kayaknya gudeg dengan standar rasa internasional, ndak pedes.

Enak sih, cuma kurang nendang. Dikasih bintang tiga saja nggak papa kan? Tapi asli, enak kok cuma kurang pedas. Eh, tapi kalau ke sini jangan lupa beli gudeg kalengannya ya. Ada yang original dan mercon yang super pedas. Bisa jadi oleh-oleh sama buat sangu kalau mau jalan-jalan ke bulan. (naskah dan foto: Didi Domba/Heti Palestina Yunani/bersambung)