Memori dari Kopermu by Yusri Fajar

Memori dari Kopermu

Buat NS di London

Kurasakan juga gigil puisimu

setelah roda pesawat mencuri butiran salju

dari landasan bandara Heathrow

lalu membawamu terbang menuju kotamu

yang masih tergenang.

 

Aku menemukan memori dari kopermu.

catatan yang tak beku

seperti sungai di depan London Eye,

perasaan yang tak tersekap

seperti para penari penghibur di dekat Travel Lodge King Cross

naluri yang tak terkunci

seperti panggung theatre shakepeare.

 

Kurasakan juga gigil puisimu

Setelah sarung tanganmu kau lepas

Lalu kau lahirkan puisi dari ziarahmu

Mirip telur-telur yang menetas

 

Gare De L’Est

Di atas beranda (stasiun) Gare De L’Est

Lelaki dan perempuan telanjang dada

mematung di atas jam melingkar

dicakar hembusan angin dingin

diteropong pelancong bermata kosong

 

Botol-botol anggur digantung

Di plafon besi melengkung

menyambut murung

 

Pelancong meninggalkan Napoleon

mematikan neon kamar Monalisa

menyimpan tulisan Sartre di Café de Flore

mengenang kepayang di tangga Eifel

melambaikan kata pulang

dengan bibir terpaut

dan kedua tangan mekar

di jendela kereta

Paris Metro, 2010

 

Mata Piza Roma

Kursi berlukis romawi satu meja kaca

Memantulkan mata dua pizza

yang menatap mata kita.

Roma termini digedor-gedor sejoli

Basilica dipenuhi para pendoa

Kita masih di kedai ini

Berhenti di tengah lingkaran pizza

Penuh jamur dan rindu yang tak kendur

Sayatan tuna dan gairah yang tak musnah

Siraman bayam dan genggaman yang tak terpisahkan

potongan tipis sosis dan langkah romantis yang tak terkikis

dan Dua gelas capucino bergambar Umberto Eco

serta dua senyum manis

Roma, 2010

 

Nara

Di gang-gang kecil kota Nara

kau hilang dalam huruf-huruf kanji

Deretan Nihon Minkaen, rumah ciptaan leluhurmu

membungkukkan genting-genting indahnya

menghormat pada tatapan matamu.

Kayu dan bambu di dinding dan jendelanya tahu

kau memang ayu.

Jadikah menjelang senja ini

kau menemui lelaki dari ufuk timur

di rumah sastrawan Shiga Naoya

di tepi taman nasional Nara

yang dihias kijang-kijang berlarian

karena digoda anak-anak Jepang?

Mungkin kau perlu mengajaknya juga

duduk di atas Ukimido Gazebo

sambil melihat bayang-bayang rindu dipantulkan air

yang dipenuhi pantulan daun-daun sakura

yang telah menghijau. Andai ia datang di musim semi sebulan

yang lalu di kota Nara, ia pasti menyematkan kembang sakura

di dahan-dahan hatimu yang tak lelah menunggu.

Nara-Jepang, 2012

 

Pada Kereta

Kursi-kursi bertapa dalam gerbong tempat orang-orang menerka masa

Sejak persinggahan hingga menjelang ladang-ladang dari balik jendela tembus mata. Segenap hati memanggil berjuta pertemuan pada hari ketika orang bermimpi menggapai kekasih, harapan, situs-situs sejarah, asa, berbagai undangan dan perjanjian.

Gerbong-gerbong bergandengan membawa serta putus asa, jiwa tegar dan kata-kata hampa. Pada gelas-gelas berisi bir beberapa jiwa menggantungkan kesumat dan kebahagiaan. Sekuntum mawar dalam genggaman menunggu stasiun pemberhentian saat para penjemput merekahkan tangan melihat langit menggapai penantian bergegas menumpahkan rindu melepas pesan di batas-batas kota.

Peluit meninggalkan sakit para kekasih tertinggal dalam kesepian

Kota-kota terlindas kenangan memahat frasa selamat jalan dan selamat tinggal

Frankfurt-Nuemberg, Jerman ICE 25, 30 September 2008

 

Senja di Malaka

Mata bertemu senja di Malaka

mengenang kejayaan Eropa

dalam gereja tua, pusat pertokoan lama

dan tugu tempat orang-orang melabuhkan rindu

 

Gedung-gedung ratusan tahun mendengung

memantulkan bayang orang-orang berambut pirang

mencumbu Melayu dengan perahu

 

Senja di Malaka mega jingga berderai

dalam aliran anak sungai

wajah-wajah menggugah sejarah

kenangan sepanjang jalan penjajahan

dalam keriuhan dan kesepian

Malaka, 5 Juni 2011