18 Alasan Mengapa Harus ke Surabaya (2)

Jika di edisi lalu sudah diketahui apa 9 alasan Anda harus ke Surabaya, berikut ini urutan 10 hingga 18 atau 9 alasan lain yang membuat Anda memang perlu untuk berkunjung ke Surabaya.

10.  Eks Prostitour di Dolly

Lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, Dolly memang sudah tinggal kenangan. Tapi, harus diakui bahwa ingatan akan kawasan yang memiliki ritme kehidupan yang khas dan unik itu tetap menjadi daya tarik Surabaya. Jika dulu deretan wisma, pub, bar, dan ‘akuarium manusia’ yang tersaji gamblang di sana bisa dilihat, namun situasinya kini bisa dilihat dari bekas-bekasnya. Sesekali, cobalah berjalan-jalan di kawasan ‘merah’ tersebut hanya untuk menikmati pemandangan yang tak lagi sama dengan dulu.

11.  Jembatan Terpanjang di Indonesia

Ya, Jembatan Suramadu tercatat sebagai jembatan terpanjang di Indonesia. Sejak diresmikan 漫谈Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2009 lalu, hingga saat ini Suramadu menjadi pintu gerbang utama untuk masuk ke Pulau Madura. Saat melintasi Jembatan Suramadu pada siang hari, Anda akan disuguhi pemandangan laut lepas selat Madura yang begitu indah. Saat malam tiba, jembatan Suramadu menjadi lebih gemerlap dengan kerlip lampu warna-warni yang membentang di seluruh tubuh jembatan. Selain itu, di sisi Madura tersebar kios-kios yang menjual berbagai macam pernak-pernik dan makanan khas yang patut untuk dicoba.

12.  Termasuk Kota Terbaik se-Asia Pasifik

Pada bulan Juli 2012, Surabaya meraih penghargaan sebagai kota anggota Citynet yang berpartisipasi aktif dalam mengembangkan konsep pembangunan berwawasan lingkungan. Award kali ini lebih prestisius dibanding penghargaan yang pernah diraih oleh Surabaya sebelumnya. Penghargaan tersebut disampaikan pada hari terakhir pertemuan kepala daerah kelompok Citynet se-Asia Pasifik di Hotel Shangri-La, Surabaya. Dalam Citynet Award tersebut, Ibukota Jawa Timur itu meraih predikat sebagai salah satu kota terbaik. Surabaya bahkan mengungguli kota-kota besar lainnya seperti Seoul (Korsel), Yokohama (Jepang), Penang (Malaysia), Mumbai (India).

13.  Memiliki Banyak Museum Unik

Jika Anda penggemar wisata sejarah, jangan lewatkan untuk mengunjungi berbagai museum yang ada, seperti Museum Rudi Isbandi misalnya. Museum yang didirikan oleh maestro seni lukis mix media Rudi Isbandi ini, memiliki koleksi unik berupa lukisan yang terbuat dari gir sepeda. Mix media adalah teknik lukis yang menggabungkan aneka komponen seperti sampah dan barang bekas. Jika ingin berkunjung ke museum ini, sebaiknya Anda datang sebelum petang. Sebab, galeri tersebut menggunakan pencahayaan alami, sehingga pengunjung dapat menikmati eksotika.

14.  Banyak Ekowisata

Keindahan Kota Surabaya semakin lengkap dengan adanya spot-spot ekowisata. Di antaranya, Kebun Binatang Surabaya (KBS), Hutan Pakal 1, Hutan Pakal 2, Hutan Mangrove, dan Taman Flora. Hutan Mangrove di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), misalnya. Hutan mangrove ini mampu menarik kedatangan 147 spesies burung. Dari 84 spesies burung yang diketahui menetap di kawasan tersebut, 12 di antaranya termasuk jenis yang dilindungi. Selain itu, ada 44 jenis burung migran yang singgah di Pamurbaya. Burung tersebut kebanyakan berasal dari Australia yang bermigrasi ke utara. Selain burung, di hutan mangrove juga terdapat populasi monyet laut atau monyet berekor panjang.

15.  Kota yang Ramah dan Terbuka

Inilah kelebihan lain Surabaya: meski terkesan kasar dan urakan jika dilihat dari logat dan nada bicaranya, namun sesungguhnya Arek-arek Suroboyo luar biasa ramah kepada para pendatang. Selain itu, penduduk Surabaya juga selalu menjunjung tinggi kejujuran dan keterbukaan. Jadi, Anda tidak perlu khawatir bakal disodori harga yang tak masuk akal bila berbelanja atau berkuliner di warung-warung tenda pinggir jalan.

16.  Kota Metropolis Yang Tidak Macet

Masalah transportasi, terutama kemacetan, memang selalu menghantui setiap kota besar. Tidak terkecuali di Surabaya. Tapi jangan khawatir, tingkat kemacetan di Surabaya masih tergolong “manusiawi”, alias tidak separah seperti di Jakarta. Kepadatan hanya terjadi di ruas-ruas jalan tertentu dan di jam-jam tertentu pula. Jalan-jalan di kawasan bisnis, perkantoran, dan industri adalah yang paling ramai terutama di jam-jam masuk dan pulang kerja. Jadi, jangan khawatir Anda akan menghabiskan masa liburan dengan terjebak sepanjang hari di jalanan.

17.  Menikmati Sakura di Surabaya

Bukan sakura yang sebenarnya memang, melainkan “saudara kembar”-nya yaitu tabebuya. Namun, keindahannya tak kalah dengan bunga Sakura yang ada di Jepang sana. Tumbuh di sepanjang jalan protokol Surabaya, keberadaannya bukan hanya menyejukkan udara, tapi juga mempercantik kota.

18.  Kota Tanpa Gepeng

Jangan kaget jika Anda hampir tidak menemukan gelandangan, pengemis, dan pengamen di sepanjang jalanan kota Surabaya. Sebab, pemerintah kota Surabaya memang sangat serius dalam membina kelompok tersebut agar tidak meresahkan dan mengganggu kenyamanan warga kota. Pembinaan itu tentu dilakukan dengan cara-cara yang manusiawi, tidak asal berantas habis. Melalui Liponsos, para gepeng tersebut diberikan pelatihan dan keterampilan agar mereka menjadi produktif sekembalinya ke masyarakat. Bahkan, para pengamen jalanan kini dibentuk dan didanai dalam kelompok-kelompok kecil, untuk bermain di sejumlah tempat wisata dan taman-taman milik pemkot. (pad/hpy)